KABUPATEN SUKABUMI

Kasus Stunting Haram Muncul di Sukabumi, DKP Janjikan Soal Ini

×

Kasus Stunting Haram Muncul di Sukabumi, DKP Janjikan Soal Ini

Sebarkan artikel ini
Sekretaris DKP Kabupaten Sukabumi, Dr. Titin Malikatun Andadari, saat meninjau lokasi pertanian labu kaboca di Desa Kebonpedes, untuk mendongrak ketahanan pangan.
Sekretaris DKP Kabupaten Sukabumi, Dr. Titin Malikatun Andadari, saat meninjau lokasi pertanian labu kaboca di Desa Kebonpedes, untuk mendongrak ketahanan pangan.

SUKABUMI – Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Sukabumi, terus menggencarkan berbagai upaya untuk mencegah munculnya kasus new stungting atau stunting baru di wilayahnya. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah penyaluran beras nutrizing kepada keluarga berisiko stunting, terutama ibu hamil dan baduta (bayi di bawah dua tahun).

Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Sukabumi, Dr. Titin Malikatun Andadari kepada Radar Sukabumi mengatakan, bahwa pemberian beras nutrizing ini ditujukan kepada Keluarga Risiko Stunting (KRS) yang memiliki anggota keluarga rentan, seperti ibu hamil berisiko tinggi serta anak-anak di bawah usia dua tahun.

Bank bjb Tandamata

“Upaya yang sudah dan akan terus dilakukan oleh DKP adalah mensuplai beras nutrizing yang memiliki kandungan gizi tinggi. Ini kami berikan kepada ibu hamil dengan risiko stunting dan juga kepada baduta, agar tidak lahir stunting baru,” kata Dr. Titin kepada Radar Sukabumi pada Selasa (08/04).

Dr. Titin menegaskan, bahwa penanganan stunting di Kabupaten Sukabumi tidak hanya difokuskan pada kasus lama, tetapi lebih penting lagi pada pencegahan kasus baru. “Untuk stunting yang sudah ada, kami lakukan penatalaksanaan. Namun yang lebih penting adalah memastikan tidak muncul stunting baru,” jelasnya.

Selain menyalurkan beras bernutrisi, DKP Kabupaten Sukabumi juga mendorong masyarakat untuk memanfaatkan pekarangan rumah sebagai sumber pangan alternatif. Edukasi terus dilakukan agar warga dapat menanam sayur-sayuran sendiri guna mendukung ketahanan pangan keluarga.

“Pemanfaatan pekarangan bisa dilakukan oleh siapa saja, termasuk masyarakat di tingkat kecil. Ini bagian dari strategi kami dalam menciptakan ketahanan pangan lokal yang berkelanjutan,” tambahnya.

“Langkah-langkah ini diharapkan mampu menekan angka stunting di Kabupaten Sukabumi dan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya gizi seimbang, terutama bagi kelompok rentan,” pungkasnya. (den/d)