RADAR SUKABUMI — Seperti diketahui Yayasan Raudhatul Uluum yang menaungi beberapa bidang pendidikan seperti Pondok Pesantren (Ponpes) Tahfidz, Sekolah Menengah Kejuruan Swasta (SMKS) IT dan Sekolah Menengah Pertama Swasta (SMPS) IT serta Madrasah Diniyah (MD).
Semua jenjang pendidikan tersebut berada di Desa Tenjolaya, Kecamatan Kasomalang, Kabupaten Subang, Jawa Barat (Jabar). Adapun selaku Ketua Yayasan Raudhatul Uluum bernama Atep Abdul Gopar.
Belakangan diketahui bahwa pihak Yayasan Raudhatul Uluum tersebut mendapat bantuan untuk peningkatan sarana-prasarana pendidikan, yang diduga bersumber dari dana aspirasi tahun 2024.
Selanjutnya, guna mendapatkan penjelasan Radar Sukabumi mengirimkan surat (konfirmasi tertulis – red) yang intinya menyampaikan 4 pertanyaan terkait bantuan aspirasi tersebut kepada Ketua Yayasan Raudhatul Uluum, pada Jumat (14/3/2025).
Atas pertanyaan yang disampaikan, Atep Abdul Gopar Ketua Yayasan Raudhatul Uluum menyampaikan jawaban tertulis (penjelasan) yang diterima Radar Sukabumi, pada Sabtu (15/3/2025).
Atep mengatakan bahwa bantuan untuk Ponpes Tahfidz Raudhatul Uluum sebesar Rp200 juta tahun 2024, sudah direalisasikan 100 persen. “Bantuan tersebut diproyeksikan untuk bangunan asrama santri. Sistem pengerjaannya dilaksanakan secara swakelola,” kata dia.
Kemudian, lanjutnya, bantuan untuk SMKS Raudhatul Uluum sebesar Rp200 juta juga telah direalisasikan 100 persen, dan berupa bangunan ruang kelas pengerjaannya juga secara swakelola.
Selain itu ungkap Atep, bantuan yang rencananya akan diterima untuk pengembangan koperasi. “Namun tidak jadi diterima oleh koperasi kami,” ucapnya.
Ia juga membantah bahwa di tahun 2024 tersebut, tidak ada bantuan untuk Madrasah Diniyah (MD). Karena, pihaknya memang tidak mengajukan bantuan untuk MD.
“Apabila ada informasi yang mengatakan bahwa dana bantuan yang diterima oleh pihak kami, dialokasikan tidak jelas, itu tidak benar,” ujar Atep.
“Karena kami merealisasikan dana bantuan tersebut sesuai alokasi bantuannya, bahkan sudah 100 persen realisasi pembangunannya,” ucapnya menambahkan. (*)






