RADAR SUKABUMI — Seperti diketahui, bahwa Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi, sejak awal ia telah menyatakan beberapa langkah/ program kebijakan pembangunan di Jabar yang akan menjadi fokus utamanya.
Salah satunya soal infrastruktur jalan di Jabar, mulai dari jalan milik provinsi, kabupaten/kota hingga jalan dipelosok desa. Dedi Mulyadi menegaskan bahwa kondisi jalan di jabar harus mulus. Karena saran jalan merupakan urat nadi perekonomian.
“Jalan kudu leucir, beteung buncir, dan huntu nyengir (jalan harus mulus, perut kenyang, gigi nyengir), artinya jika kondisi jalan mulus, maka sandang pangan dapat terpenuhi dan masyarakat akan bahagia,” ungkap Dedi Mulyadi.
Terkait kondisi jalan saat ini, salah satunya terdapat kegiatan/proyek pemeliharaan rutin jalan provinsi, pada ruas Jalan Cagak – Bts Purwakarta/Subang, Jawa Barat (Jabar). Namun, hasil pengerjaannya sempat dikeluhkan oleh pengendara, baik roda dua maupun pengendara roda empat.
Pasalnya, pengerjaan tambal-sulam dibeberapa titik sepanjang ruas jalan tersebut seperti di KM JKT 173 hingga di KM 180+700 (sekitar tugu batas) antara Kabupaten Purwakarta dan sekitar wilayah Serangpanjang Kabupaten Subang, dinilai asal-asalan.
Pantauan Radar Sukabumi, pengerjaan tambal-sulam badan jalan yang berlubang pada ruas jalan tersebut, terlihat tidak dilakukan patching terlebih dahulu terutama pada lapisan perkerasan dengan penutup aspal.
Sehingga kondisinya saat ini seolah membentuk “gundukan/benjolan” alias tidak simetri dengan badan jalan. Kondisi ini pula dinilai oleh pengendara cukup membahayakan, terlebih saat berkendara pada malam hari.
Didin Haerudin salah seorang pengendara roda dua, mengaku hampir setiap hari melewati ruas Jalan Cagak, Sagalaherang dan Serangpanjang hingga ke Wanayasa. Karena itu ia tahu persis bagaimana kondisi jalan tersebut.
“Ya, cukup membahayakan juga kondisi di ruas jalan ini, terutama mulai dari daerah Dayeuhkolot (Sagalaherang-red) hingga sepanjang jalan Serangpanjang menuju ke Wanayasa,” tuturnya kepada Radar Sukabumi, saat Ngabuburit di Alun-alun Wanayasa, Sabtu (15/3/2025)
“Belum lagi di daerah Dayeuhkolot (Sagalaherang) banyak tumpukan bekas kelupasan aspal, yang disimpan dibahu jalan. Bahayanya, tumpukan itu berada tidak jauh dari posisi jalan yang berbelok,” kata Didin menambahkan.






