JAWA BARAT

Curhat ke Dedi Mulyadi, Siswi SMAN 7 Cirebon Keluhkan Sejumlah Pungutan: Diantaranya Uang Gedung Rp6,4 Juta

×

Curhat ke Dedi Mulyadi, Siswi SMAN 7 Cirebon Keluhkan Sejumlah Pungutan: Diantaranya Uang Gedung Rp6,4 Juta

Sebarkan artikel ini
Dedi-mulyadi SMAN 7 Cirebon
Dedi Mulyadi mendengarkan keluhan siswa di SMAN 7 Kota Cirebon. (foto: tangkapan layar video @KDM Channel)

RADAR SUKABUMI — Saat Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Barat terpilih berkunjung ke Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 7 Kota Cirebon. Saat ia tiba di sekolah tersebut, Dedi Mulyadi mendengarkan langsung berbagai keluhan yang disampaikan oleh dua siswi.

Hal itu sebagai bentuk ‘curhat’ dua siswi tersebut terkait adanya berbagai uang pungutan yang diminta oleh pihak sekolah (SMAN 7) Kota Cirebon, yang notabene dibebankan kepada orang tua siswa (ortusis).

Bank bjb Tandamata

Video rekaman curhatan kedua siswi itu diunggah Dedi Mulyadi di platform media sosialnya (medsos) yakni melalui akun resmi YouTube @Kang Dedi Mulyadi Channel, dilansir pada Sabtu (8/2/2025).

Dihadapan Dedi Mulyadi kedua siswi itu dengan lugas menceritakan beberapa bentuk/komponen uang pungutan di sekolah tersebut. Dedi pun minta kepada kedua siswi tersebut menceritakan semuanya.

Namun karena terbatas waktu, maka kepada siswi tersebut Dedi Mulyadi meminta agar menyampaikan jenis pungutan itu melalui pesan WhatsApp ajudannya. “Jadi pungutannya banyak banget ya. Nanti di WA (WhatsApp) kan pungutan apa saja,” kata Dedi Mulyadi.

Adapun beberapa jenis pungutan yang terekam di video tersebut, kedua siswi itu menyampaikan, yakni uang gedung sekolah sebesar Rp6.400.000 per siswa. Kemudian uang buku LKS mencapai Rp300.000 bahkan lebih.

Selanjutnya, uang pembangunan masjid sebesar Rp150.000 per siswa dan iuran SPP sebesar Rp200.000. “Belum lagi untuk uang pungutan lainnya. Tapi nanti ya Pak akan kami sampaikan melalui pesan WA saja,” ucap siswi, seraya pamit ke Dedi Mulyadi.

Terkait berbagai keluhan soal pungutan di SMAN 7 Kota Cirebon, saat itu juga Dedi Mulyadi berupaya bertemu dengan Kepala Sekolah (Kepsek) guna meminta penjelasan. Namun sang Kepsek sedang tidak masuk karena sedang sakit, kata salah seorang staf/guru di sekolah.

Dihadapan beberapa guru dan staf di SMAN 7 Kota Cirebon, Dedi Mulyadi menyampaikan bahwa kedatangannya kesekolah tersebu bukan untuk mencari masalah, tetapi sebaliknya untuk menyelesaikan berbagai problem yang kerap terjadi di sekolah.

“Saya datang bukan untuk mencari masalah, saya datang untuk menyelesaikan berbagai problema di Jawa Barat,” ungkap Dedi Mulyadi.

Dedi Mulyadi mempertanyakan mengapa di sekolah ini (SMAN 7) Kota Cirebon, masih banyak terjadi berbagai iuran atau pungutan kepada siswa. Dan, itu imbuhnya harus dijelaskan oleh pihak sekolah. Apakah berbagai pungutan itu menjadi kebutuhan mendasar sekolah?, kata Dedi Mulyadi.

“Artinya, biar tidak menjadi problematika. Kalau memang itu adalah kebutuhan mendasar sekolah dan tidak bisa ditinggalkan, ya enggak apa-apa yang penting kedepan bisa dibenahi,” pungkasnya. (Ron)