JAKARTA — Sebelum tewas, purnawirawan TNI bintang satu diduga mengendarai mobil dengan kecepatan 35 km per jam di kawasan perairan Cilincing, Jakarta Utara. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Ade Ary Syam Indradi mengatakan hal itu diketahui usai penyidik Subdit Resmob Ditreskrimum melakukan olah TKP.
“Hari Selasa dilakukan olah TKP dan pemeriksaan TKP lagi di dermaga Marunda, Cilincing, ya. Kemudian hasil dari pemeriksaan TKP dan fisik mobil Toyota Vios oleh Puslabfor Polri terkait penemuan mayat di Marunda, yang pertama diperkirakan kecepatan mobil sesaat sebelum jatuh ke laut adalah 35 km per jam,” katanya kepada awak media, Kamis 23 Januari 2025.
Dituturkannya, hal itu didapatkan dari membandingkan antara jarak dan waktu pada video CCTV. “Kecepatan angin dan kelembaban pada saat kejadian dengan menggunakan satelit. Kemudian saat pemeriksaan fisik dilakukan oleh Puslabfor, itu hasilnya adalah dilakukan pemeriksaan umum kendaraan untuk jejak atau tools mark pada bumper depan dan belakang,” tuturnya.
Sebelumnya, olah tempat kejadian perkara (TKP) penemuan jasad purnawirawan TNI di Marunda, Jakarta Utara dilakukan. “(Olah TKP, red) Kemarin,” sebutnya.
Sementara, mobil milik pensiunan TNI berpangkat Brigjen akhirnya ditemukan di kawasan perairan Cilincing, Jakarta Utara. Diterangkannya, tim gabungan dari Basarnas, Ditpolairud Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Utara, dan Polsek Tanjung Priok menemukan mobil di dasar laut.
“Bahwa sekira jam 10 pagi ini telah ditemukan mobil yang diduga dikendarai oleh Brigjen TNI Purnawirawan yang ditemukan meninggal dunia, mobil Toyota Vios B 1606 LB. Upaya pencarian tim gabungan membuahkan hasil,” terangnya.
Petugas di lokasi disebut telah mengevakuasi mobil tersebut. “Selanjutnya mobil akan dilakukan pemeriksaan laboratoris, pendalaman oleh Puslabfor Polri,” sebutnya.




