SUKABUMI – Dini Mardiati, seorang guru di SDN Cijangkar 1, Kecamatan Citamiang, Kota Sukabumi, membuktikan bahwa guru harus berani berinovasi dalam dunia Pendidikan terlebih dalam menghadapi tantangan pendidikan di era digital saat ini.
Melalui inovasi pembelajaran pendekatan Teaching Out of the Box for Children’s Happiness (TOUCH), metode ini memadukan pembelajaran berbasis proyek dengan pendekatan kreatif, yang terbukti mampu meningkatkan minat belajar siswa sekaligus memperkuat keterampilan sosial dan karakter mereka.
Dengan pendekatan ini, Dini menjelaskan siswa lebih terlibat aktif dalam proses pembelajaran, tidak hanya memahami materi akademik, tetapi juga mengembangkan kemampuan komunikasi, kolaborasi, dan berpikir kritis.
Tak hanya berdampak pada siswa, metode ini juga menginspirasi para guru lain untuk menerapkan pendekatan serupa di kelas mereka. Inovasi yang diusung Dini mendapatkan apresiasi luas dan dinilai sebagai langkah konkret dalam meningkatkan kualitas pendidikan di tingkat sekolah dasar.
Bahkan inovasi pembelajaran TOUCH mendapat apresiasi tinggi sehingga berhasil meraih penghargaan Guru Hebat, Istimewa dan Berprestasi (Hiber) yang diselenggarakan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sukabumi di acara HUT PGRI ke-79 dan HGN Tahun 2024, beberapa Waktu lalu.
Penghargaan ini diberikan sebagai pengakuan atas kontribusi Dini dalam menciptakan pembelajaran yang inspiratif, kreatif, dan berbasis inovasi di lingkungan sekolah. Acara tersebut turut dihadiri oleh pejabat pendidikan, guru-guru berprestasi, dan tokoh masyarakat, menjadikannya momen bersejarah bagi dunia pendidikan Kota Sukabumi.
“Alhamdulilah selama 18 tahun mengabdi sebagai pendidik inovasi yang saya buat mendapat penghargaan, tentunya ini membuat saya sangat bersyukur sekaligus bangga,” ucap Dini yang juga guru wail kelas V di SDN Cijangkar 1 tersebut.
Dengan penghargaan ini, Dini Mardiati tidak hanya mengharumkan nama sekolahnya, tetapi juga menjadi simbol bahwa guru adalah agen perubahan yang mampu mencetak generasi muda berkualitas dan berdaya saing tinggi.
Rencananya ia akan terus mengembangkan dan menerapkan inovasinya dalam pembelajaran sehari-hari. Selain itu, ia berkomitmen untuk menyosialisasikan metode TOUCH kepada rekan-rekan guru lainnya, baik di tingkat Kelompok Kerja Guru (KKG) Kecamatan maupun di tingkat Kota Sukabumi.
“Semoga inovasi ini bisa menjadi inspirasi bagi guru-guru lain untuk terus berinovasi. Pendidikan adalah kunci masa depan, dan guru memiliki peran penting dalam membentuk generasi penerus bangsa,” tutup Dini. (wdy)





