KABUPATEN SUKABUMI

39 Kecamatan Terdampak Bencana Sukabumi Masuk Fase Transisi

×

39 Kecamatan Terdampak Bencana Sukabumi Masuk Fase Transisi

Sebarkan artikel ini
RAKOR : Bupati Sukabumi, Marwan Hamami saat memimpin rapat rapat evaluasi penanganan bencana di Kabupaten Sukabumi yang dilaksanakan di Gedung Pendopo Sukabumi, tepatnya di ruas Jalan Raya Ahmad Yani, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi pada Selasa (24/12).(FOTO : DENDI/RADAR SUKABUMI)
RAKOR : Bupati Sukabumi, Marwan Hamami saat memimpin rapat rapat evaluasi penanganan bencana di Kabupaten Sukabumi yang dilaksanakan di Gedung Pendopo Sukabumi, tepatnya di ruas Jalan Raya Ahmad Yani, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi pada Selasa (24/12).(FOTO : DENDI/RADAR SUKABUMI)

SUKABUMI — Pemulihan untuk penanganan bencana alam di Kabupaten Sukabumi, terus dilakukan pemerintah daerah hingga pemerintah pusat. Bahkan, dari tiga kecamatan yang sebelumnya berstatus tanggap darurat bencana, kini telah masuk ke fase transisi. Yakni, Kecamatan Pabuaran, Kalibunder dan Kecamatan Tegalbuleud.

Hal demikian, disampaikan Bupati Sukabumi, Marwan Hamami saat memimpin rapat rapat evaluasi penanganan bencana di Kabupaten Sukabumi yang dilaksanakan di Gedung Pendopo Sukabumi, tepatnya di ruas Jalan Raya Ahmad Yani, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi pada Selasa (24/12).

Bank bjb Tandamata

Menurut Marwan, dari 39 kecamatan yang terdampak bencana alam di Kabupaten Sukabumi, saat ini seluruhnya masuk ke fase transisi.

“Iya, minggu kemarin kan dari 39 kecamatan itu, 36 kecamatan masuk ke fase transisi dan tiga kecamatan masuk ke perpanjangan tanggap darurat bencana. Nah, berdasarkan rapat bersama akhirnya semua kecamatan terdampak itu, kini sudah masuk ke fase transisi,” kata Marwan.

Peralihan masa tanggap darurat bencana ke fase transisi ini, sambung Marwan, telah melalui proses perjalanan penanganan bencana secara maksimal yang dilakukan seluruh stakeholder. “Alhamdulillah, sekarang sejumlah aktivitas sudah mengarah ke normal kembali. Sehingga, kita putuskan masuk ke masa transisi,” ujarnya.

Meski seluruh kecamatan terdampak bencana alam, kini masuk ke fase transisi. Namun, tugas berikutnya ialah proses penyelesaian assesment rumah yang terdampak. Apalagi, tim assesment telah turun ke 39 kecamatan yang terdampak untuk memastikan jumlah rumah yang rusak berat, sedang, dan ringan. “Tim yang turun ke lapangan harus benar-benar cermat dalam menilai rumah yang terdampak bencana,” timpalnya.

Selain itu, masih ada pekerjaan rumah lanjutan berupa relokasi rumah. Terutama bagi masyarakat yang terdampak bencana pergerakan tanah. “Jadi, masa transisi ini jangan leha-leha. Masih ada sejumlah PR (pekerjaan rumah) yang harus dikerjakan,” bebernya.

Sementara itu, Sekda Kabupaten Sukabumi, Ade Suryaman menjelaskan, sejumlah sarana dan prasarana telah berjalan lancar. Hal itu seperti air bersih, listrik,akses jalan, serta fasilitas dan pelayanan kesehatan. 

“Hal itu lah yang menjadi acuan kami untuk mengalihkan dari tanggap darurat bencana ke masa transisi,” imbuhnya. 

Berkaitan tim assesment rumah terdampak, menurutnya telah bertugas dari hari ini. Mereka yang berjumlah 120 orang dan dibagi ke dalam 60 tim ini, akan bertugas selama 7 hari kedepan. 

“Tim assesment ini terdiri dari TNI, Polri, mahasiswa, dan tim penilai lapangan Pemda. Tim ini langsung ke lapangan untuk mengecek rumah terdampak. Hasilnya akan terlihat tujuh hari kedepan,” bebernya.

Untuk lahan relokasi, dirinya meminta para camat untuk segera mengajukan. Sehingga, bisa segera di cek kelayakan lahan relokasi tersebut. 

“Untuk para camat, kalau bisa minimal mengajukan dua lahan untuk relokasi. Sehingga, bisa dipilih yang terbaik,” pungkasnya. (den/d)