SUKABUMI – Dalam upaya menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Sukabumi, menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di Lapang Karangharu, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, beberapa waktu lalu.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Sukabumi, Drs. Hari Riyadi, MM, melalui Kepala Bidang Diversifikasi dan Ketahanan Pangan Masyarakat, Mirna Puspitasari, S.TP, MP kepada Radar Sukabumi menjelaskan, bahwa Gerakan Pangan Murah (GPM) merupakan salah satu inisiatif pemerintah untuk menjaga kestabilan pasokan pangan dan harga, serta mempermudah masyarakat dalam mengakses pangan berkualitas dengan harga terjangkau.
“Pelaksanaan GPM kali ini juga bertepatan dengan program Bank Indonesia Beri Makna Untuk Jawa Barat (BI BERKIBAR),” kata Mirna kepada Radar Sukabumi pada Kamis (12/12).
Kegiatan dimulai dengan olahraga senam pagi bersama, dilanjutkan dengan berbagai edukasi seperti Edukasi Kebanksentralan, Edukasi Cinta Bangga Paham Rupiah, Edukasi Pembayaran Digital, serta Edukasi Pengendalian Harga. “Kegiatan tersebut diikuti dengan sambutan dari Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi dan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Barat,” ujarnya.
Setelah rangkaian acara, dilaksanakan peninjauan ke area booth GPM, booth perbankan, Disdukcapil, dan booth lainnya oleh Setda Kabupaten Sukabumi dan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Barat. Pada kesempatan itu, Bank Indonesia juga memberikan voucher senilai Rp 50.000,- kepada masyarakat yang dapat digunakan untuk berbelanja di area GPM.
“GPM menyediakan sejumlah booth yang menjual berbagai bahan pangan kebutuhan sehari-hari, serta produk olahan dari UMKM,” timpalnya.
Beberapa produk yang tersedia antara lain beras premium, beras SPHP, gula pasir, tepung terigu, minyak goreng, telur ayam ras, cabe merah besar, cabe rawit hijau, aneka sayuran, dan buah-buahan. Semua produk tersebut dijual dengan harga di bawah harga pasar namun tetap berkualitas baik.
Pihaknya menambahkan, kegiatan GPM ini bertujuan untuk mendukung stabilisasi pasokan dan harga pangan, mengendalikan inflasi daerah, serta memudahkan masyarakat untuk memperoleh pangan dengan kualitas terjamin dan harga murah. “Untuk transaksi, masyarakat dapat melakukan pembayaran secara tunai maupun menggunakan sistem cashless melalui QRIS,” pungkasnya. (Den)






