KABUPATEN SUKABUMI

Puluhan Warga Desa Loji Sukabumi Diduga Jadi Korban Penipuan Kartu BPJS Palsu

×

Puluhan Warga Desa Loji Sukabumi Diduga Jadi Korban Penipuan Kartu BPJS Palsu

Sebarkan artikel ini
Erwan Suhendar ketua RT 10, RW 05, Kampung Loji
Erwan Suhendar ketua RT 10, RW 05, Kampung Loji, Desa Loji, kecamatan Simpenan saat diwawancara.

PALABUHANRATU – Puluhan warga di Desa Loji, kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi diduga tertipu pembuatan kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan atau Kartu Indonesia Sehat (KIS) palsu.

Hal itu di katakan Kasatreskrim Polres Sukabumi AKP Ali Jupri dimana Jumat, (25/10) lalu jajaran Satreskrim kedatangan masyarakat tepatnya warga kampung Loji, Desa Loji kabupaten Sukabumi untuk membuat laporan adanya kartu BPJS yang diduga palsu.

Bank bjb Tandamata

Dari hasil keterangan sementara, kata Ali Jupri, masyarakat ini bermula dari adanya penawaran pembuatan kartu BPJS kesehatan atau kartu KIS di media sosial Facebook, dimana dalam penawaran salah satu akun bisa membuatkan kartu BPJS yang nilainya Rp 100ribu dan bisa digunakankan selamanya tanpa ada pembayaran berikutnya.

“Adanya informasi tersebut masyarakat melihat ini lebih mudah lebih murah, makanya ada beberapa masyarakat yang membeli kartu BPJS tersebut dengan nilai atau harga Rp 100ribu,” ujar Ali Jupri.

Sementara, kata Ali lagi warga yang merasa dirugikan atas kartu BPJS kesehatan atau KIS diduga palsu ini teridentifikasi sebanyak 21 orang yang langsung dibuatkan laporan oleh ketua RT setempat.

“Yang melaporkan dari ketua RT nya, itu ada 21 kartu BPJS yang dilaporkan, namun tidak menutup kemungkinan masih banyak, karena diduga pelaku juga menjual kartu BPJS kesehatan atau KIS ini di sekitaran Kabupaten Sukabumi,” jelasnya

“Saat ini masih dalam penyelidikan pihak Satreskrim, kami dalami, kami akan melakukan pemeriksaan terhadap pengumpulan saksi saksi dengan bukti lain,” imbuhnya.

Sementara itu Erwan Suhendar ketua RT 10, RW 05, Kampung Loji, Desa Loji, kecamatan Simpenan saat dikonfimasi mengungkapkan awal beberapa bulan lalu sekitar pukul 17.00 Wib melihat di media sosial grup facebook ada akun yang mengupload bisa membantu membuatkan atau membikinkan kartu BPJS Kesehatan atau KIS, sehingga Ia tertarik dan melakukan komunikasi lanjutan dengan akun tersebut melalui nomor kontak perpesanan Aplikasi.

“Saya tertarik karena katanya bisa dipergunakan, buat masyarakat juga, akun itu menawarkan, ya udah lewat WA saja gak usah lewat facebook,” ujar Erwan.

Erwan mengaku, sempat mendesak mempertanyakan kepada akun tersebut, terkait kebenaran akan bisa membuatkan kartu BPJS Kesehatan atau kartu Kis secera gratis penggunaannya kedepan, setelah selesai pembuatan selanjutnya yang bersangkutan atau terduga pelaku menawarkan untuk pembuatan satu kartu dihargai Rp 150ribu dan untuk satu kartu Rp 100ribu.

“Saya bikin satu kartu keluarga, 6 orang bayar Rp 600ribu, ketika itu, saya tanya kapan aktifnya, nanti katanya tanggal 18 Oktober, dia WA lagi ke saya, pak kalau ada yang mau saya punya link 50 orang lagi katanya begitu,” terangnya.

Adanya tawan lagi, Erwan berpikir karena merasa sebagai ketua RT, dengan adanya tawaran tersebut, warga sekitar tentunya akan senang dan mau membuat, karena dirasa dengan membayar Rp 100ribuan akan memiliki kartu BPJS kesehatan atau kartu KIS tanpa membayar bulanan.

“Ternyata begitu disampaikan ke warga banyak yang siap, karena membutuhkan. Total ada 21 orang semua, satu KK ada yang dua orang, ada yang tiga orang,” paparnya.

“Ketika itu, separuhnya aktif nanti di bulan oktober dan November akhir, yang saya kan duluan sama ada warga 4 orang, terpaksa di cek mau berobat di puskesmas simpenan, nah disitu nge blank tidak ada terdaftar nomornya semuanya malah didaftar itu yang punya saya balik lagi ke semula, ke BPJS prabayar,” sambungnya.

Erwan menegaskan terpaksa membeli kartu BPJS kesehatan atau kartu KIS yang ditawarkan di akun media sosial facebook tersebut, pasalnya kartu yang selama ini dia punya tidak terbayar, sehingga dibiarkan.

“Namanya tidak tahu dari mana, saya gak kenal awalnya kan dari facebook itu. Saya pas berobat ternyata itu gak aktif gak jalan, saya sempat komplain ke akun itu, kata dia sabar saja dulu, mungkin dua hari atau tiga hari katany, nah saya akan cek lagi, ya di cek cek lagi emang gak ada, malah pas waktu itu saya tanyain di cek sama warga yang lain ke puskesmas udah pada nge blank,” ucapnya.

“Eh malah nomor HP saya nya di blokir yang saya sama dia yang di akun facebook itu gak bisa menghubungi lagi, tapi bukti bukti komunikasi ada,” tandasnya. (Ndi)