KOTA SUKABUMI

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Sukabumi Gelar Sosialisasi Gerakan Jabar Beraksi 2024

×

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Sukabumi Gelar Sosialisasi Gerakan Jabar Beraksi 2024

Sebarkan artikel ini
Disdikbud Kota Sukabumi
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kota Sukabumi melalui Bidang PAUD menyelenggarakan Sosialisasi Gerakan Jabar Beraksi 2024, Senin (21/10/2024)

SUKABUMI – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Sukabumi mengadakan sosialisasi Gerakan Jabar Beraksi (Kerja Bareng Bergerak Mengakselerasi Sekolah Impian) pada tanggal 21-22 Oktober 2024.

Acara ini bertempat di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Sukabumi, dengan dihadiri oleh Bunda PAUD Kota Sukabumi Diana Rahesti, Kepala Dinas Pendidikan Punjul Saepul Hayat, Kepala Bidang PAUD Eri Yuanawati, serta para undangan yang terdiri dari perwakilan lembaga PAUD di Kota Sukabumi.

Bank bjb Tandamata

Gerakan Jabar Beraksi merupakan inisiatif dari Balai Besar Pengembangan Mutu Pendidikan (BBPMP) Jawa Barat yang bertujuan untuk memantau dan meningkatkan progres berbagai aspek pendidikan, terutama yang terkait dengan Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM), Platform Merdeka Mengajar (PMM), rapor pendidikan, transisi PAUD ke SD yang menyenangkan, akun belajar, dan komunitas belajar.

Target utamanya adalah peningkatan kompetensi para guru PAUD di Kota Sukabumi, yang melibatkan sebanyak 223 lembaga PAUD, baik dari TK, Kober, maupun SPS.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan Punjul Saepul Hayat, gerakan ini menargetkan peningkatan kompetensi para guru PAUD dalam hal-hal seperti IKM, rapor pendidikan, transisi yang menyenangkan dari PAUD ke SD, serta pemanfaatan akun dan komunitas belajar.

“Kami berharap, dengan adanya program ini, akan tercipta sekolah-sekolah yang sesuai dengan cita-cita kita semua dan menghasilkan profil pelajar Pancasila,” ujarnya.

Dalam kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut, para peserta dibekali berbagai materi penting yang diharapkan dapat mendorong peningkatan kualitas pendidikan anak usia dini di Kota Sukabumi.

Salah satu narasumber utama dalam acara ini adalah Penjabat Bunda PAUD Kota Sukabumi, Diana Rahesti, yang membawakan materi mengenai pencegahan kekerasan di lingkungan satuan pendidikan, merujuk pada PERMENDIKBUD No. 46 Tahun 2023.

TK-PAUD se-Kota Sukabumi
Kepala dan guru TK-PAUD se-Kota Sukabumi saat menghadiri Sosialisasi Gerakan Jabar Beraksi 2024

Sementara itu, Bunda PAUD Kota Sukabumi Diana Rahesti yang juga hadir hadir sebagai narasumber dalam acara Sosialisasi Gerakan Jabar Beraksi menjelaskan, salah satu fokus penting dari Gerakan Jabar Beraksi ini adalah menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan bebas dari kekerasan.

Ia menyoroti pentingnya pencegahan kekerasan yang dapat terjadi di satuan pendidikan, serta hak setiap peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan untuk mendapatkan perlindungan dari kekerasan di lingkungan sekolah.

“Kekerasan dapat terjadi di mana saja, kapan saja, dan oleh siapa saja. Oleh karena itu, pencegahan kekerasan menjadi tindakan yang sangat penting untuk dilakukan, baik melalui mekanisme yang jelas untuk korban maupun pelaku,” jelas Diana.

Ia menekankan bahwa sanksi terhadap tindakan kekerasan harus ditegakkan dengan tegas guna menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, dan bebas dari diskriminasi.

Selain itu, Diana juga mengungkapkan dampak serius dari kekerasan terhadap anak, terutama anak usia dini. Dampak tersebut termasuk penurunan fungsi otak, gangguan emosional, serta kesulitan bersosialisasi yang dapat mempengaruhi kesehatan fisik dan mental anak.

Di dalam sosialisasi ini, Diana menekankan pentingnya transisi yang menyenangkan dari PAUD ke SD. “Transisi yang menyenangkan ini sangat penting agar anak-anak tidak mengalami kesulitan ketika memasuki jenjang sekolah dasar,” kata Diana.

Dengan demikian, anak-anak akan memiliki pengalaman pendidikan yang lebih baik sejak dini, dan guru serta sekolah berperan penting dalam mendukung hal ini.

Diana juga berharap bahwa setiap sekolah di Kota Sukabumi telah membentuk tim penanganan dan pencegahan kekerasan di satuan pendidikan, sehingga apabila terjadi kekerasan, dapat segera ditangani secara cepat dan tepat.

Melalui sosialisasi Gerakan Jabar Beraksi ini, diharapkan semua pihak, baik dari lembaga pendidikan, guru, orang tua, hingga komunitas, dapat bersinergi dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang kondusif, aman, dan mendukung tumbuh kembang anak.

Dengan demikian, generasi muda di Kota Sukabumi akan mendapatkan pendidikan yang berkualitas serta bebas dari segala bentuk kekerasan dan diskriminasi, menuju terwujudnya profil pelajar Pancasila yang diidamkan.(wdy)