SUKABUMI – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi, menyebutkan tingkat kebencanaan masuk dalam kategori ringan.
Bencana banjir misalnya, kerap terjadi karena dampak orang tidak bertanggungjawab yang membuang sampah sembarangan sehingga saat turun hujan air sungai meluap dan terjadi banjir limpasan.
Kalak BPBD Kota Sukabumi, Novian Rahmat Taufik menjelaskan, kondisi bencana banjir di daerah ini tergolong ringan karena sumber banjir berasal dari sampah yang dibuang sembarangan.
“Ya, kebanyakan bencana banjir ini disebabkan limpasan dari saluran drainase yang tidak berpungsi baik karena memang tersumbat sampah,” jelas Novian kepada wartawan, Senin (7/10).
Selain banjir, lanjut Novian, kondisi longsor di wilayah gunungpuyuh dan cikole juga perlu diwaspadai. Dengan jumlah petugas yang memadai, yaitu 10 Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan 40 tenaga non PNS, BPBD Kota Sukabumi dapat merespon bencana dengan cepat. “Setiap hari, delapan personel disiagakan untuk melakukan monitoring dan penanganan bencana,” ujarnya.
Disinggung soal sarana dan prasarana (Sapras), meskipun kondisi kendaraan yang sudah berusia cukup tua tetapi masih efektif dalam menunjang operasional.
“Kendaraan operasional yang merupakan bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tahun 2013, namun kami masih menganggap kendaraan tersebut masih layak digunakan untuk operasional penanggulangan bencana,” paparnya.
Ia menambahkan, BPBD Kota Sukabumi tidak hentinya mengajak masyarakat untuk lebih proaktif dalam melaporkan potensi bencana.
“Dengan kerjasama dan kesadaran bersama, diharapkan tingkat kebencanaan di Kota Sukabumi dapat terus ditekan dan diantisipasi dengan baik,” pungkasnya. (Bam)






