SUKABUMI – Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Ulul Albab Kota Sukabumi menggelar seminar dengan tajuk Mental Health and Growth Mindset bagi Pradigma Baru, di Aula Hotel Taman Sari, Selasa (27/08).
Seminar yang bertema ‘Kenali dan Gali Potensi Diri’ ini, bertujuan untuk mengelola kesehatan mental peserta didik dengan menghadirkan ahli Psikolog, Rati Badriyati dari Rumah Sakit Islam Assyifa Kota Sukabumi. Diikuti oleh puluhan siswa dan siswi, guru serta staf SMK Ulul Albab.
Kepala Sekolah SMK Ulul Albab, Litto Lianto mengatakan, seminar ini dimaksudkan memberikan wawasan serta memastikan anak didik di SMK Ulul Albab mempunyai mental yang sehat, terhindar dari kenakalan remaja agar.
“Seminar ini sengaja digelar untuk merefresh anak-anak, siswa dan siswi kita di SMK Ulul Albab. Khususnya dalam kesehatan mentalnya agar mereka terhindar dari kenakalan dan prilaku yang tidak diharapkan. Sehingga proses perkembangan dalam menata hidup, mengasah potensi mereka tidak terganggu,” kata Litto, keapada jurnalis radar saat diwawancarai, Selasa (27/08).
Sementara itu, Psikolog dari Rumah Sakit Islam Assyifa Sukabumi Rati Badriyati mengatakan bahwa remaja saat ini mempunyai rasa ingin tahu tinggi, yang perlu didamingi dan dikontrol.
“Remaja saat ini itu rasa ingin tahunya besar, kita ikutin apa sih, yang menjadi keinginan mereka, kebiasaannya, hobinya. Keingintahuannya kita fasilitasi, jangan keutusan mereka berdasar pada imajinasinya,” ucap Rati Badriyati, S.Psi.
Seperti pada game online, Rati menyebut bahwa guru harus bisa membersamai dan memfasilitasi mereka dengan tujuan untuk mengontrol dan mengendalikan.
“Kita harus memfasilitasi, bukan malah dihambat, bukan malah dilarang. Tidak boleh ini tidak boleh itu. Tap, kita harus memfasilitasi sebagai guru, karena mereka itu berpngetahuan besar. Jangan sampai mereka bersikap atas dasar imajinasi palsu. Boleh mereka mempunyai idola, tapi jangan sampai mereka meniru yang tidak pantas ditiru, tapi kita arahkan,” bebernya.
Rati juga menyarankan agar guru mampu mengajarkan anak mengambil keputusan secara rasional bukan atas dasar emosional. Karena anak itu, lanjut dia, anak itu belum lengkap dari sisi sensorik motorik otaknya, karena itu perlu dilatih dan bimbingan dari gurunya.
“Guru pun gapapa, ikuti aja yang disukai anak, asal jangan samapi ikut ke kanak-kanakan. Tapi untuk sekedar tahu apa manfaatnya, kalau itu merugikan tolong dihentikan, seprti itu,” tandasnya.
Tak hanya soal Mental Health, SMK Ulul Albab juga menyuguhkan seminar tentang bahaya bullying dan kenalalan remaja dengan menghadirkan pihak kepolisian dari Polsek Gununguyuh Polres Sukabumi Kota, Ipda Sukarno, selaku Kanit Binmas. (mus*)




