Dosen Univeritas Kristen (UK) Petra Surabaya berhasil kembangkan platform kecerdasan otak untuk robot. Ide ini merupakan bagian dari disertasi Indar Sugiarto yang baru saja diselesaikannya beberapa waktu lalu. Melalui disertasi tersebut juga membuat Indar berhasil membawa pulang gelar doktor kala menempuh pendidikannya di Technische Universitat Munchen (TUM), Jerman.
Neuromorphic Engineering Processor merupakan teknologi yang berusaha menghasilkan sistem yang mampu mengolah informasi layaknya cara kerja otak. Pendekatannya dengan cara mengimplementasikan struktur dan fisiologi sistem saraf pusat (otak) dalam bentuk hardware dan software.
a�?Sistem neuromorfis ini secara tidak langsung meniru cara kerja otak hingga level sel-sel otak. Dengan metode ini, robot akan dilengkapi dengan jutaan, bahkan milyaran sel-sel saraf tiruan sehingga mampu berpikir layaknya manusia,a�? papar Indar, Selasa (24/4).
Cara kerja robot cerdas dengan teknologi neuromorfis ini menggunakan mesin teknologi canggih bernama Spiking Neural Network (SpiNNaker). Mesin yang awalnya dibuat oleh University of Manchester (United Kingdom) ini merupakan perangkat elektronik yang memiliki 48 chip, dimana masing-masing chip-nya memiliki neuromorphic processors.
Di Asia Tenggara, Indar mengklaim bahwa perangkat tersebut hanya dimiliki oleh dua institusi negara saja. Di antaranya adalah National University of Singapore (NUS) dan UK Petra. Dalam penelitian kali ini, robot yang ia bekali dengan otak digital tersebut akan dapat mengambil keputusan, dalam kondisi yang penuh



