DPRD JABAR

Anggota DPRD Jabar Hasim Adnan Dukung dan Apresiasi Tradisi Samenan di Sukabumi

×

Anggota DPRD Jabar Hasim Adnan Dukung dan Apresiasi Tradisi Samenan di Sukabumi

Sebarkan artikel ini
Sekretaris Komisi III DPRD Jabar Hasim Adnan (kanan) saat berbicara dalam suatu kesempatan

SUKABUMI – Sekretaris Komisi III DPRD Jawa Barat Hasim Adnan memberi perhatian khusus terhadap tradisi samenan di Sukabumi. Tradisi perayaan kenaikan dan kelulusan siswa itu memberikan daya tarik tersendiri yang berdampak pada ekonomi kreatif lokal.

Hasim yang merupakan legislator asal Dapil Kota/Kabupaten Sukabumi tentu sudah sangat familiar dengan tradisi samenan. Dia pun mengaku kerap diundang dan hadir dalam setiap acara samenan di Sukabumi.

Bank bjb Tandamata

“Saya selalu mengupayakan hadir dalam setiap undangan samenan di Sukabumi. Selain bentuk apresiasi, juga karena dulu saya pun mengalaminya,” kata Hasim Adnan kepada Radar Sukabumi.

Menurut politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), samenan juga sudah tidak sekadar tradisi atau seremoni, namun telah memberikan nilai-nilai penting terhadap sosial ekonomi masyarakat Sukabumi. “Warga bergotong royong membuat banyak atraksi agar-perayaan tersebut meriah.” ucapnya.

Hasim melihat sendiri bagaimana warga dalam satu kampung atau desa yang terdapat sekolah yang melaksanakan samenan. Mereka turut berpartisipasi agar pelaksanaan samen tersebut dapat meriah. Hal ini sebagai bentuk dukungan kepada masyarakat terhadap sekolah sehingga acara samen menjadi menarik.

“Luar biasa menurut saya, karena ini memperlihatkan kekompakan warga. Acaranya biasanya tidak satu hari dan melibatkan warga setempat sebagai panitia. Mulai dari ikut atraksi, mengatur lalu lintas, mengatur kawasan biar tertib bahkan warga tak segan merogoh kantong untuk membuat banyak ornamen dan hiasan agar samenan di kampung lebih meriah,” lanjut Hasim Adnan.

Hasim juga menyoroti bagaimana samenan menjadi ajang tahunan peningkatan ekonomi kreatif sektor UMKM di Sukabumi. Bak gula, Samenan menjadi magnet kuat menyedot banyak pedagang kecil berdatangan, memenuhi kawasan perayaan.

“Yang dijual beragam, makanan minuman jajanan dan biasanya mainan anak. Ada juga jual pakaian dan ada juga peralatan serta lainnya. Tak jarang yang dagang itu warga setempat yang mencoba mencari penghasilan dari ramainya kemeriahan samenan. Ini menjadi momen perekonomian kerakyatan yang sesungguhnya,” beber Hasim.

Omzet yang didapat mungkin tak besar, namun perputaran uang di acara samenan menjadi sumber rezeki tambahan bagi warga dan pedagang kecil. “Walaupun ada juga yang bilang samenan jadi sumber kemacetan tambahan di sukabumi yang memang sudah macet. Ini tinggal bagaimana panitia mengevaluasi agar pelaksanaan samenan di tahun-tahun selanjut berjalan lebih lancar dan tertib,” pungkasnya. (ADV)