SUKABUMI – Proposal penelitian berjudul “Pengembangan Polimer Super-Absorben Dari Tandan Kosong Kelapa Sawit Sebagai Penyerap Polutan Pada Teknologi Air Purifier,” berhasil mengantarkan tim peneliti muda MAN 1 Kota Sukabumi pada Penilaian Presentasi Proposal Madrasah Young Researchers Super Camp (MYRES) jenjang MA Tahun 2024 yang dilaksanakan pada 5-8 Juli 2024 secara daring.
MAN 1 Kota Sukabumi sendiri merupakan salah satu Madrasah Aliyah Negeri yang berhasil lolos mewakili Jawa Barat ke tingkat nasional.
Tim yang beranggotakan Viqhi Aswie sebagai guru pembimbing sekaligus guru Kimia di MAN 1 Kota Sukabumi bersama dua orang siswanya yaitu Nurisma Aulani dan Arfi Aulia berhasil masuk Top 30 besar secara nasional mengalahkan ribuan peserta lainnya se-Indonesia.
Viqhi Aswie yang sudah melanglangbuana di bidang penelitian hingga pernah meraih medali emas pada ajang International Research Teacher Competition (IRTC) 2022 tingkat internasional itu mengungkapkan rasa syukur dan bangga atas tim bimbingannya bisa terpilih dalam 30 besar nasional. Akan tetapi keberhasilan ini belum berakhir. Sebab, tim nya harus kembali mengikuti proses seleksi hingga masuk ke semi final.
“Alhamdulillah, saya selaku guru pembimbing tentu sangat bersyukur dan ini merupakan pencapaian prestasi yang gemilang untuk MAN 1 Kota Sukabumi bisa Lolos hingga 30 besar dari 8000 proposal yang masuk, namun kerja keras belum berakhir.
Untuk itu, kami tentu akan mempersiapkan untuk tahapan penelitian selanjutnya setelah presentasi proposal dan bisa lebih baik lagi supaya bisa masuk ke tahapan semi final. Target tim semoga bisa masuk grand final (5 besar),” terang Viqhi.
Apalagi, ini menjadi yang pertama MAN 1 Kota Sukabumi lolos ke 30 besar di ajang MYRES. Sebelumnya ia pun sempat mencoba di tahun 2021 dan 2022 namun belum berhasil lolos. “Berkat kolaborasi dengan siswa bimbingan yang sekarang, kami bisa tembus 30 besar. Harapannya sampai final,” tegasnya.
Selanjutnya, tim dari MAN 1 Kota Sukabumi ini maju untuk melanjutkan proses penelitiannya, maka dari itu berbagai persiapan mulai dilakukan mulai dari belajar tentang algoritma kemudian juga bagaimana proposal yang diinginkan oleh ajang MYRES ini seperti apa.
“Persiapan lolos tentu kami akan melakukan proses penelitian dari proposal yang telah diajukan, membagi tugas masing-masing tim, sampai kami mendapatkan hasil penelitian. Setelah itu, kami juga membuat laporan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan. Rencana kami juga akan bekerjasama dengan universitas untuk analisa hasilnya,” imbuhnya.
Adapun ide penelitian tentang kelapa sawit ini, Viqhie terinpirasi dari permasalahan polusi yang buruk di Indonesia hingga tercetuslah kedua siswanya itu ingin mengembangkan teknologi yang memanfaatkan bahan alam untuk dapat menyerap polutan yang ada.
” Dari literatur-literatur yang telah dikaji, kami mendapatkan bahwa tandan kosong kelapa sawit yang merupakan limbah dari pohon sawit ternyata dapat dijadikan polimer super absorben karena mengandung selulosa. Sedangkan sampai saat ini penelitiannya masih terbatas pada penyerapan air. Nah siswa-siswa ini terinspirasi untuk mengkaji efektivitasnya sebagai polimer super absorben dalam menyerap polutan di udara pada teknologi air purifier,” jelasnya.






