KABUPATEN SUKABUMI

Dinkes Kabupaten Sukabumi Tetapkan Status KLB, Korban Keracunan Makanan di Sekarwangi Bertambah

×

Dinkes Kabupaten Sukabumi Tetapkan Status KLB, Korban Keracunan Makanan di Sekarwangi Bertambah

Sebarkan artikel ini
Keracunan Makanan Sekarwangi Sukabumi
Puluhan warga Kampung Cikiwul, Desa Sekarwangi, Kecamatan Cibadak, yang merupakan korban keracunan massal saat mendapatkan tindakan medis di RSUD Sekarwangi.

SUKABUMI – Jumlah korban keracunan makanan pada acara syukuran hajatan nikahan di Kampung Cikiwul, Desa Sekarwangi, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, terus bertambah.

Berdasarkan data yang tercatat di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Sekarwangi, terhitung sejak Rabu (06/06) sampai pukul 10.00 WIB, terdapat 117 warga di wilayah Desa Sekarwangi yang dilaporkan diduga mengalami keracunan massal tersebut.

Bank bjb Tandamata

“Dari 117 warga itu, 53 orang telah dirujuk ke RSUD Sekarwangi, dan pasien yang sudah pulang 19 orang. Nah, sekitar 30 orang lagi masih mendapatkan penanganan tim medis di rumah sakit. Sementara, warga yang dirawat di posko observasi tinggal 5 orang lagi,” kata Dini Desti Susanti pada Rabu (05/06).

Untuk memastikan penyebab dugaan keracunan tersebut, tim medis telah bekerjasama dengan pihak Kepolisian untuk melakukan investigasi. Bukan hanya itu, sejumlah sample makanan yang dihidangkan pada acara sykuran hajatan di wilayah tersebut, juga sudah diamankan untuk dilakikan uji lab.

“Selain itu, kami juga melakukan pengecekan mulai dari pengolahan sampaai dihidangkan, termasuk air yang digunakan untuk memasak dan air untuk dikonsumsi,” paparnya.

Kasus ratusan warga yang mengalami keracunan di wilayah Desa Sekarwangi tersebut, telah ditetapkan sebagai KLN atau kejadian luar biasa.

Untuk memaksimalkan pelayanan, Puskesmas Sekarwangi bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi, telah mendirikan posko darurat di sekitar lokasi kejadian sejak Selasa (04/06) malam.

“Alhamdulillah, kita bisa kerjsama dengan semua pihak. Sehingga, semua pasien dapat seger kita sikapi dengan gerak cepat untuk mendapatkan tindakan medis. Nah, sekarang juga kami masih terus melakukan pemantuan dilapangan, jika ada warga yang masih mengalami gejala keracunan, pasti akan kita tangani dengan cepat,” pungkasnya. (Den)