SUKABUMI – SMA Negeri (SMAN) 1 Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi kembali eksis dengan menunjukkan prestasinya. Kali ini prestasi diraih oleh siswa dan juga para guru pada lomba Tantangan Literasi Nusantara (Telenta) 2023 Tingkat Kabupaten Sukabumi yang diselenggarakan Gareulis Jawa Barat (Jabar) di SMPN 3 Cibadak, Kabupaten Sukabumi pada, Kamis (25/1).
Tim Literasi SMAN 1 Jampangkulon yang terdiri dari Rima Nurkomala sebagai Ketua Tim Literasi SMAN 1 Jampangkulon, Rani Sri Nurbayanti (guru),Ina Rahmawati (guru) serta dari siswanya yaitu Dista Amelia, Ajeng Rostika Dewi, Nahda Natasya Yohanita
Desti Sukma Perdianto, Helen Angelina dan Syachnazz Natasya Goeslow berhasil memboyong tiga penghargaan sekaligus yaitu Juara 1 Tim GLS Jenjang SMA Tingkat Kabupaten Sukabumi, Buku Terbaik karya Rima Nurkomala dan kawan-kawan dengan judul Resiliensi dan Video Dongeng Terbaik yang diraih oleh Syachnaz Natasya Goeslaw dengan judul “Imam Ahmad Hambal dan Tukang Roti”.
“Alhamdulillah ini merupakan buah dari perjuangan kita selama 10 bulan lamanya, kami mengikuti lomba ini dimana pada Maret 2023 tim SMA NEGERI 1 Jampangkulon mendaftarkan diri menjadi peserta Talenta 2023,” ujarnya.
Tantangan ini dilaksanakan selama 10 bulan lamanya, selama 10 bulan tersebut kami harus memenuhi tantangan dari panitian seperti mengikuti 7 kali diklat, membaca dan mereview 108 buku dan 2 majalah Geliat Gemilang, menulis puisi, pantun, cerpen, carpon, best practise, dan menerbitkan buku, video ke pustaka, membuat diorama, membuat video dongeng keagamaan dan bebas.
“Juga menyelenggarakan pameran di sekolah, membuat video permainan daerah dan masih banyak tantangan lainnya dan beryukur itu semua sudah kita selesaikan tantangan demi tantangan,” terangnya.
Rima mengatakan, tujuan mengikuti lomba tersebut salah satunya untuk meningkatkan budaya literasi di kalangan siswa dan guru. Seperti diketahui bahwa saat ini sekolah dinilai dari AKM yang meliputi literasi, numerasi, dan karakter.
“Sebenarnya nilai literasi SMAN 1 Jampangkulon sudah baik di Rapor Mutu Pendidikan, namun sebagai penggiat literasi saya ingin terus meningkatkan budaya literasi di sekolah dan melahirkan generasi literat,” ucapnya.
Rima pun mengaku bersyukur dan bangga dengan perolehan prestasi yang diraihnya tersebut, tentunya prestasi ini tidak akan terlaksana tanpa adanya dukungan penuh dari Kepala SMAN 1 Jampangkulon, Dadang Heryanto.
Menurutnya prestasi ini dapat dijadikan motivasi kedepan untuk terus meningkatkan budaya literasi di sekolah. Ini merupakan hadiah terbaik di tahun 2024.
Adapun dijelaskan, buku berjudul “Resiliensi” yang menjadi buku terbaik di ajang bergengsi tersebut merupakan antologi cerita pendek yang saya buat bersama Tim GLS SMAN 1 Jampangkulon.
Proses pembuatan buku ini berlangsung selama 1 bulan mulai dari pengumpulan karya, editing, penulisan kata pengantar dan blurb.
Sebagai penulis juga editor tentu ada tantangan yang ia hadapi. Namun, bukan dari proses penulisan buku, karena pada dasarnya ia senang menulis dan ia pun pernah menjadi editor di media Urban Bogor.
“Tantangan berasal dari kesibukan saya sebagai guru, Ketua Komunitas Belajar, Ketua Gerakan Literasi Sekolah dan yang paling menyita waktu adalah sedang bertugas menjadi Pengajar Praktik bagi CGP angkatan 8. Namun, Alhamdulillah saya berhasil mengatasi tantangan tersebut dengan melakukan manajemen waktu,” imbuhnya.
Usai meraih prestasi ini, tentunya semakin membuat Rima bersama timnya untuk semakin giat menulis, rencananya dalam waktu dekat ini pihaknya akan menulis tentang Antologi carpon dimana itu merupkan hasil karya siswa dan guru SMAN 1 Jampangkulon.
“Mengapa saya senang berkarya melalui tulisan karena ada sebuah kalimat bermakna Scribo Ergo Sum, artinya dengan menulis maka aku ada,” ucapnya.
Sementara itu, Syachnazz Natasya Goeslow tentunya sangat senang bahagia karena berhasil menjadi juara Video Dongeng Terbaik sehingga bisa membawa nama baik sekolah.
“Terimakasih kepada guru-guru hebat saya terutama ibu Rima, ibu Ina dan ibu Rani yang telah membimbing dan membantu saya dalam proses perlombaan ini dan tentunya saya mengucap terimakasih banyak juga kepada semua panitia Talenta Kabupaten Sukabumi karena dengan mengikuti perlombaan ini saya mendapatkan pengalaman yang sangat berharga sekali tentunya,” terang siswa yang kini duduk di bangku kelas 12 tersebut.
Ia mengaku tertarik dengan kegiatan literasi sejak duduk dibangku SMP, sejak saat itu ia giat menulis dan belajar tentang literasi. Adapun dongeen yang dibawakan oleh Syachnazz sendiri berjudul “Imam Ahmad Hambal dan Tukang Roti”.
Syachnazz mengaku mendapat ide tersebut saat mengikuti kajian online, ia merasa tererenyuh dengan motivasi dari ustadz yang mengisi kajian yang dibawakan oleh sang ustad. Oleh karena itu ia pun terfikir untuk membawakan dongeng tentang sahabat nabi Imam Hambal dan seorang penjual roti.
Kepala SMAN 1 Jampangkulon, Dadang Heryanto sangat bangga atas prestasi yang diraih oleh guru dan juga siswanya tersebut.
“Puji syukur Alhamdulillah kami ucapkan karena salah seorang guru dan siswa kami bisa menjadi juara 1 literasi tingkat Kabupaten Sukabumi dan tentunya sebagai kepala sekolah merasa bangga atas capaian tersebut,” ujarnya.
Dadang mengatakan, SMAN 1 Jampangkulon memiliki program pembiasaan literasi, numerasi dan akhlak mulia. Yang mana kegiatan tersebut di laksanakan setiap hari selama 20 menit sebelum pembelajaran dimulai.
Untuk kegiatan pembiasaan literasi konsep yang digunakan adalah literasi digital. Peserta didik diminta untuk membaca suatu topik yang diberikan oleh guru yang mengajar pada jam pertama.
Seluruh siswa membaca topik tersebut pada hanphonenya masing-masing. Setelah membaca kemudian beberapa siswa secara bergiliran akan ditanyakan tentang inti dari bacaan yang diberikan guru. Bisa juga terjadi tanya jawab antara siswa dengan siswa lainnya.
Selain literasi digital, SMAN 1 Jampangkulon juga memiliki program Pojok Literasi yang mana siswa secara terjadwal masing-masing kelas diarahkan menuju perpustakaan untuk membaca buku yang tersedia.
“Harapan kami tentu dengan prestasi ini bisa meningkatkan motivasi untuk senantiasa terus berprestasi di masa yang akan datang. Juga bisa bisa diaplikasikan dalam kehidupan sehari hari,”pungkasnya. (wdy)





