CIKAKAK – Ratusan pohon keras ditanam jajaran kepolisian Polres Sukabumi beserta unsur forum komunikasi pimpinan daerah fan kecamatan serta masyarakat di sekitar kampung Sukaratu, Desa/ Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi.
Penanaman pohon dengan melibatkan berbagai unsur seperti jajaran kodim 0622, pengadilan Negeri Cibadak, DPRD, BKSDA, perhutani, DLH, OKP Ormas para mahasiswa dari Universitas Nusa putra yang sedang KKM antusias bergotong royong.
Kapolres Sukabumi AKBP Maruly Pardede melalui waka polres Kompol Septa Firmansyah mengatakan sebanyak kurang lebih 200 pohon keras berbagai jenis ditanam ratusan peserta di sekitar arau sempadan pantai di kampung Sukaratu, Desa Cikakak.
Hal itu dilaksanakan, kata Septa sebagai upaya mengantisipasi terjadinya abrasi akibat hantaman gelombang ombak yang dalam beberapa waktu terakhir terjadi cukup besar sehingga merusak sempatan pantai kampung Sukaratu.
“Pagi tadi kita mengadakan penanaman pohon sebanyak 200 bibi pohon keras berbagai jenis, selain untuk menahan abrasi dari ombak, kita juga mencegah dari gundulan hutan dan reboisasi sepanjang pantai agar bisa memperbanyak oksigen,” ujarnya. Rabu, (23/8).
Dijelaskan Septa, penanaman bibit pohon keras tidak hanya dilaksanakan di sepanjang sempadan pantai kampung Sukaratu namun juga serentak dilaksanakan seluruh polsek jajaran wilayah hukum polres Sukabumi.
“Sebenarnya ini dilakukan secara serentak seluruh Indonesia yang berpusat di Labuan Bajo, jadi tingkat Polda, tingkat polres melakukan sampai tingkat Polsek melakukan penanaman,” jelasnya.
“Untuk polres Sukabumi jumlah pohon yang ditanam kalau total seluruh bersama polsek jajaran lebih dari 1.000, kita ada 39 polsek kalau di kali 100 pohon saja, sudah lebih dari 3.000 pohon,” imbuhnya.
Septa menegaskan, berdasarkan pengalaman kebelakang saat musim kemarau, banyak diterima laporan ataupun ditemukan terjadi pembakaran hutan dan menimbulkan polusi asap, sehingga dengan adanya penanaman bibit pohon tersebur diharapkan dapat membantu reboisasi hutan.
“Untuk itu kami tidak bosan bosan terus menghimbau masyarakat agar tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara dibakar, karena dikhawatirkan akan mengakibatkan polusi udara yang bisa mengganggu masyarakat,” terangnya.
“Saya terus sampaikan kepada anggota jajaran kita, baik itu dari Binmas, dengan menyebarkan selebaran – selebaran himbauan agar tidak membakar atau membuka lahan hutan dengan cara membakar,” tandasnya. (Ndi).






