SUKABUMI — Ribuan Kepala Keluarga (KK) di Kabupaten Sukabumi mulai mengalami krisis air bersih.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, mencatat terdapat lima kecamatan yang tersebar di wilayah Kabupaten Sukabumi yang kini mengalami krisis air bersih.
Manager Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi Daeng Sutisna mengatakan, berdasarkan info grafis pendistribusian air bersih oleh BPBD Kabupaten Sukabumi bekerjasama dengan PMI Kabupaten Sukabumi pada Agustus 2023 ini, terdapat lima kecamatan yang tengah mengalami krisis air bersih.
“Lima kecamatan itu, diketahui Kecamatan Gegerbitung, Cisaat, Cikembar, Gunungguruh dan Kecamatan Cicantayan. Ini baru data sementara yah yang masuk laporan ke BPBD pada awal Agustus sampai 14 Agustus 2023,” kata Daeng kepada Radar Sukabumi pada Selasa (15/08).
Sementara data lima kecamatan yang kini tengah mengalami kekeringan itu. Yakni, Kecamatan Gegerbitung di Desa Cijurey dan Desa Sukamanah ada 433 Kepala Keluarga (KK) dan Kecamatan Cicantayan berada di wilayah Desa Cisande dengan jumlah warga terdampak 740 KK, Kecamatan Cisaat berada di Desa Padaasih dengan jumlah terdampak 700 KK, Kecamatan Cikembar di Desa Cibatu ada 32 KK serta di Kecamatan Gunungguruh ada di Desa Gunungguruh dengan jumlah terdampak ada 631 KK.






