Pemerintah Kota Sukabumi

Pemkot Sukabumi Gelar Pelatihan Vokasi Angkatan ke IX

×

Pemkot Sukabumi Gelar Pelatihan Vokasi Angkatan ke IX

Sebarkan artikel ini
Pemkot Sukabumi Pelatihan Vokasi Angkatan ke IX
Puluhan peserta pendidikan dan pelatihan vokasi berbasis digital

CIKOLE – Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskumindag) Kota Sukabumi bersama Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Sukabumi, kembali menggelar pendidikan dan pelatihan vokasi berbasis ekonomi digital yang disebut Sukabumi go Digital (SGD), di salah satu hotel di Kecamatan Cikole, Senin (14/8).

Kegiatan yang diikuti sebanyak 50 Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Kota Sukabumi ini, merupakan angkatan kesembilan yang dilaksanakan selama tiga hari yakni dari tanggal 14 hingga 16 Agustus, mendatang.

Bank bjb Tandamata

Nantinya, para pelaku UMKM akan diberikan pemahaman untuk mengubah mindset atau cara berpikir tentang penjualan produknya. Sehingga pelaku UMKM memahami pentingnya pemasaran digital di era sekarang ini.

“Dalam momen ini diberikan dasar perubahan mindset dari produk oriented jadi market oriented. Di mana, sebelum membuat produk pelaku usaha harusnya survei pasar untuk membuat produk sesuai kebutuhan dan harapan konsumen,” ujar Analis Kebijakan Ahli Muda Diskumindag Kota Sukabumi, Martin Wahyudi kepada Radar Sukabumi.

Diakui dia, pelatihan ini ingin mengubah mindset asalnya jualan offline menjadi online melalui sosial media baik TikTok dan Shopee. Awalnya lanjut Martin, TikTok berkonotasi negatif kini jadi market place. Sebab banyak pelaku UMKM berhasil dengan menggunakan TikTok.

Menurut Martin, dalam pelatihan tersebut, para pelaku UMKM diajarkan berbagai pengembangan usaha, baik pengemasan hingga pemasaran produk melalui pelatihan foto produk dan branding produk serta social media management.

“Fto produk sangat menentukan pada era pemasaran era digital. Di mana orang akan membeli barang, ketika foto yang ditampilkan dalam toko online baik Shopee maupun TikTok dikemas dengan menarik,” terangnya.

Martin menambahkan, kegiatan ini bisa digelar karena kota mendapatkan prestasi dan diberikan hadiah reward berupa anggaran dari Pemprov Jabar. “Pendidikan vokasi ini bersumber dari pendanaan kompetif provinsi Jabar. Pelatihan berbasis ekonomi digital ini mengajarkan cara penjualan online melalui aplikasi Shopee dan TikTok,” tambah Martin.

Harapannya, pelaku UMKM punya toko online di sana. Sehingga pelaku UMKM dilatih dengan TikTok dan semua peserta memiliki akun TikTok dan mengetahui bagaimana berjualan secara online.

“Adapun Jenis usaha pelaku UMKM mulai kuliner, kerajinan, fashion dan semua usaha bisa jualan online dan bagi yang tidak bisa di TikTok bisa di Shopee,” terang dia.

Peserta pelatihan ini lanjut Martin, bagi yang usahanya sudah berjalan minimal satu tahun. Hal ini karena memang yang disyaratkan dalam pendaftaran adalah yang memiliki usaha.

“Harus ada dampak dirasakan setelah mengikuti pelatihan bukan sekedar ikut-ikutan saja. Pelatihan ini kesempatan dalam meningkatkan kemampuan menjual online,” imbuh dia. (why)