SUKABUMI — Tol Bogor Ciawi Sukabumi (Bocimi) seksi II dengan ruas tol Cigombong-Cibadak dengan Exit Tol Parungkuda resmi dibuka untuk umum, sejak Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikannya.
Namun, dibalik dibukanya tol Bocimi tersebut masih menyisakan pekerjaan rumah bagi pemerintah. Pasalnya, kemacetan di Exit Tol Parungkuda dan jalan Sukabumi utara khsusunya di Cibadak hingga cibolang kerap dihantui kemacetan.
Radarsukabumi.com mencoba untuk mengulas 7 fakta setelah tol Bocimi Seksi II diresmikan. Berikut ulasannya.
1. Kado Ulang Tahun Kemerdekaan RI
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, Tol Bogor Ciawi Sukabumi (Bocimi) seksi II dengan ruas tol Cigombong-Cibadak dengan Exit Tol Parungkuda merupakan kado ulang tahun Republik Indonesia (RI) untuk Provinsi Jawa Barat dan Kabupaten Sukabumi.
“Ya (Peresmian tol Bocimi ini adalah kado ulang tahun kemerdekaan yang ke 78 untuk Provinsi Jawa Barat khususnya Kabupaten Sukabumi,”singkat Jokowi di Lokasi peresmian Tol Bocimi Seksi II, Jumat Pagi (04/08/2023).
2. Masih Dibayangi Kemacetan
Dibalik dibukanya Tol Bocimi sepanjang 11,90 KM tersebut memunculkan masalah baru yakni kemacetan di jalur utara sukabumi terutama di daerah Cibadak dan sekitarnya. Menanggapi hal tersebut, Bupati Sukabumi Marwan Hamami merasa serba bingung, pasalnya jalan untuk mengurai kemacetan belum ada.
Meski begitu, Pemerintah Kabupaten Sukabumi sudah melakukan antisipasi dengan membuat jalan baru. Hanya saja bentuk antisipasi tersebut dikhususkan pada pengendara yang akan menuju ke lokasi wisata Palabuhanratu, kalau pengendara yang menuju ke Kota Sukabumi memang belum ada jalan alternatif.
“Sudah ada antisipasi, tapi hanya untuk tujuan Palabuhanratu nantinya lewat kebonrandu Cibadak. Ari ka (Kota) Sukabumi mah timana Jalana (Kalau ke Kota Sukabumi jalannya tidak ada), “cetus Marwan, Sabtu (05/08/2023).
Menurutnya, sebetulnya pemkab sudah membikin koridor utara, tengah dan selatan. Hanya saja antisipasi tersebut belum kepada Infrastruktur utama hanya kepada Infrastruktur wisata saja. “Kalau ditanya macet (usai dibuka exit Tol Cibadak) macetnya di Cibadak sudah pasti, “tambahnya.
3. Telan Anggaran Rp3,2 Triliun
Tol Bogor Ciawi Sukabumi (Bocimi) seksi II dengan ruas tol Cigombong-Cibadak dengan Exit Tol Parungkuda menelan anggaran Rp3,2 Triliun Rupiah. Hal tersebut disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sesaat meresmikan tol Bocimi, Jumat Pagi (04/08/2023).
“Ruas jalan ini menelan anggaran Rp3,2 Triliun. Dan kita harapkan dengan sudah diresmikan tol bocimi ini bisa memangkas waktu yang tadinya 5 sampai 6 jam menjadi 2,5 Jam saja, “terang Jokowi di Lokasi peresmian Tol Bocimi Seksi II, Jumat Pagi (04/08/2023).
Menurutnya, Dengan anggaran mencapai Rp3,2 Triliun rupiah, diharapkan jalan Tol tersebut bisa mempercepat mobilisasi masyarakat dan barang dari luar dan dalam Sukabumi.
Menurutnya, dengan sudah diresmikannya Tol Bocimi Seksi II ini mobilitas masyarakat dan mobilitas barang semakin cepat. Masyarakat yang tinggal di Jakarta maupun di Bogor datang ke Sukabumi untuk ke lokasi wisata seperti Geoprak Ciletuh, Ujung Genteng, Wisata Gunung Gede semakin cepat.
4.Daya Magnet untuk Investasi
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebutkan dengan sudah diresmikannya Tol Bogor Ciawi Sukabumi (Bocimi) seksi II dengan ruas tol Cigombong-Cibadak dengan Exit Tol Parungkuda bisa menjadikan magnet untuk investasi ke daerah Kabupaten Sukabumi. Pasalnya, berdasarkan data yang ada Provinsi Jawa Barat menempati urutan pertama untuk soal Investasi.




