SUKABUMI – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Sukabumi, menyebutkan angka kemiskinan pada 2022 lalu terdapat sebanyak 29.065. Angka ini, sedikit meningkatkan jika dipanding pada 2021 lalu yang hanya 26.000.
Kepala Bappeda Kota Sukabumi, Reni Rosyida Muthmainnah mengatakan, ada berapa hal yang mungkin mendasari perbedaan antara keluarga ekstrem dengan kemungkinan yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS).
“Keluarga yang masuk ke dalam kemiskinan ekstrem ini menjadi sasaran pihaknya, dikarenakan angka mikronya itu untuk melakukan intervensi,” kata Reni kepada wartawan, Rabu (26/7).
Lanjut Reni, terkait dengan data makro pada 2022 di angka 8,02 persenz hal itu merupakan bagian dari analisa indikator makro terhadap capaian pembangunan. Ia mengungkapkan, tidak bisa dipungkiri bahwa angka kemiskinan juga yang menyebabkan beberapa permasalahan, baik permasalahan kesehatan maupun sosial.
“Soal permasalahan itu salah satunya adalah, beberapa hal yang mungkin tidak tercapainya ODF (Open Defecation Free) kita yang tidak 100 persen,” ujarnya.
Menurutnya, ada beberapa wilayah dengan kantong kemiskinan yang relatif lebih sulit dilakukan intervensi. “Hal itu menjadi kendala kita dalam melakukan intervensi,” ucapnya.
Pihaknya berharap, dengan berbagai upaya yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi dapat menekan angka kemiskinan ke depan. “Semoga dengan berbagai upaya yang dilakukan bisa semakin mengkikis angka kemiskinan,” pungkasnya. (bam)






