Pemerintah Kota Sukabumi

Pemerintah Kota Sukabumi Gelar Pelatihan Vokasi Berbasis Ekonomi Digital Angkatan VI

×

Pemerintah Kota Sukabumi Gelar Pelatihan Vokasi Berbasis Ekonomi Digital Angkatan VI

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi
Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi foto bersama para peserta pelatihan dan unsur Diskumindag serta Bappeda Kota Sukabumi

CIKOLE– Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskumindag) dan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Sukabumi, kembali menggelar pendidikan dan pelatihan vokasi berbasis ekonomi digital, disalah satu hotel di Kecamatan Cikole, Selasa (25/7).

Kegiatan yang memasuki angkatan VI ini, diberikan bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kota Sukabumi. Di mana, mereka didorong untuk memaksimalkan media sosial untuk memperluas pemasaran produk. Harapannya dengan semakin luas pemasaran maka omzet penjualan naik dan usaha makib berkembang.

Bank bjb Tandamata

“UMKM ini merupakan penopang bencana sosial, apalagi dalam beberapa tahun kebelakang terjadi kemerosotan ekonomi, akibat pandemi covid,” ujar Walikota Sukabumi saat membuka acara pelatihan.

Menurut Fahmi, para pelaku UMKM dituntu wajib menguasai digital untuk pengembangan usahanya. Sebab, jika tidak beradaptasi dengan teknologi, maka UMKM akan tertatih tatih. Transformasi teknologi ini tidak hanya dalam ekonomi melainkan dalam pendidikan dari manual base learning tatap muka menjadi digital dan pembelian kini melalui online.

“Kelebihan digital marketing diantaranya kecepatan penyebaran produk, kemudahan evaluasi, murah efektif dan membangun nama brand. Terakhir, dengan pelatihan ini UMKM Sukabumi harus melesat dari waktu ke waktu karena akan makin tumbuh dan berkembang,” terang dia.

Menurut Fahmi, kegiatan pendidikan dan pelatihan vokasi berbasis ekonomi digital ini, sebagai wujud keberpihakan pemerintah kepada para pelaku UMKM, sehingga bisa meningkatkan penjualan.

“Semuanya sudah serba digital. Saya pernah diajak ke salah satu universitas di Bandung. Di mana, di kampus tersebut sudah menjalankan pembelajaran digital. Hanya dengan menggunakan teknologi seperti kacamata, kita sudah bisa melihat pembelajaran secara langsung. Nah begitu pun dengan dunia usaha. Saat ini handphone bukan hanya sebagai alat komunikasi, melainkan menjadi alat produksi,” terangnya.

Diakui Fahmi, kegiatan ini bisa digelar karena kota mendapatkan prestasi dan diberikan hadiah reward berupa anggaran dari Pemprov Jabar. Di mana lanjut Fahmi, setelah berembug dalam rangka recovery ekonomi maka anggaran diarahkan pada pendidikan pelatihan, dan pendampingan untuk pelaku UMKM. Berharap UMKM tidak hanya bertahan di satu titik, melainkan harus bergerak dan melesat jadi ikon UMKM Jabar.

Sehingga lanjut Fahmi dipilih pelatihan agar UMKM makin sehat dan tumbuh serta berkembang. Ia menekankan peran penting UMKM, di mana jumlahnya kini mencapai 62 juta pelaku usaha yang meningkat jumlahnya di masa pandemi.

Sebab, ketika pandemi ada pegawai yang dirumahkan sehingga jadi pelaku UMKM. Namun harapannya ketika terjun ke usaha, maka jadikan pilihan bukan alternatif. “UMKM sekarang ini tidak perlu ruang besar, sebagaimana perkantoran tidak harus di kantor.

Yang paling penting kalau ingin UMKM meningkat melesat, maka kata kunci membangun desain promosi yang hebat karena tanpa promosi produk tidak mungkin dikenal,” ungkap Fahmi.

Fahmi menerangkan, saat ini pemasaran produk sifatnya tidak lagi door to door atau face to face namun sekarang digital. “Ingat teknologi dan zaman berubah dan tidak ada yang bisa menolak teknologi karena yang bisa dilakukan beradaptasi dengan teknologi, “imbuh dia.

Penggana media digital terang Fahmi, per Januari 2023 dari total populasi penduduk Indonesia 276 juta yakni pengguna media HP sebanyak 353,8 juta. Hal ini menunjukkan pengguna HP lebih banyak karena rata-rata orang memiliki lebih dari satu HP.

Menurut data itu disebutkan, pengguna internet sebanyak 212 juta dan yang aktif di media sosial 167 juta. Kondisi ini menujukkan luar biasa percepatan media digital di Indonesia.

Intinya kata Fahmi, dunia nyata dan dunia maya semakin tidak ada jarak. Kalau hanya sebatas alat komunikasi sudah ketinggalan zaman. (why)