SUKABUMI — Juru Bicara Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Endra S. Atmawidjaja memberikan sinyal bahwa kemungkinan peresmian tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) Seksi II Cigombong-Cibadak dengan Exit Tol Parungkuda akan dilakukan pada bulan Agustus 2023.
Hal itu sejalan dengan target PUPR yang akan merampungkan proses pengerjaan di akhir bulan Juli hingga awal Agustus. Target tersebut bukan hanya isapan jempol belaka, tetapi pihaknya kepada PT Waskita untuk menggeber pengerjaannya sesuai target yang ditentukan.
Perkara diresmikan pada bulan Agustus atau tidak, itu perkara jadwal kesiapan presiden Jokowi. Apakah segera diresmikan atau ditunda sampai akhir tahun. Terlepas dari hal tersebut, Pemkab Sukabumi juga harus mempersiapkan kemungkinan yang terjadi ketika Tol Bocimi Seksi II benar-benar difungsikan total.
Pasalnya, ketika belum difungsikan macetnya kendaraan pada saat hari-hari libur sudah padat. Untuk itu perlu adanya antisipasi kemacetan di beberapa titik.
Berdasarkan catatan yang dirangkum Radarsukabumi.com, kemacetan tersebut kemungkinan terjadi di Lima titik jalur utama Sukabumi menuju arah kota.
Lalu, mana saja 5 titik Kemacetan jika Tol Bocimi dibuka versi Radarsukabumi, berikut titik-titiknya.
1. Pintu Keluar Tol Bocimi
Seperti saat ini, exit Tol Cigombong selalu didera kemacetan parah saat libur panjang atau libur biasa. Bahkan, kemacetan sering terjadi pada hari-hari biasa.
Kemungkinan kemacetan tidak akan jauh berbeda ketika tol Bocimi Seksi II ini resmi dibuka. Hal itu wajar jika terjadi, pasalnya ketika Tol Bocimi Seksi II ini dibuka secara Fungsional pada awal tahun kemarin, kemacetan tidak bisa dihindarkan.
Untuk itu, pemerintah daerah dan kontraktor bersama pejabat terkait harus melakukan skema-skema jitu, jika Tol tersebut mulai dibuka permanen agar tidak menimbulkan kemacetan panjang.
2. Simpang Ratu Cikidang Sampai Jembatan
Titik kedua ketika Tol Bocimi dibuka pada bulan Agustus secara permanen adalah simpang Cikidang dan Jembatan Pamuruyan, kenapa ?. Ya Karena, di lokasi tersebut sampai saat ini masih sempit. Apalagi proyek pengerjaan jembatan dihentikan oleh kontraktor. 
Untuk Simpang Cikidang, kemacetan disebabkan adanya keluar masuk dari arah Palabuhanratu dan sebaliknya. Sementara soal Jembatan Pamuruyan jelas akibat proyek jembatan itu dihentikan setelah insiden amblasnya sebagian jembatan Pamuruyan terjadi pada Selasa (13/12/2022). Hingga kini, proyek pembangunan jembatan tersebut belum lagi dikerjakan.






