ARTIKEL

Monitoring Perilaku Manusia

×

Monitoring Perilaku Manusia

Sebarkan artikel ini

Penulis: Ohan Jauharudin

Penyuluh Agama Islam & Pengajar di Pesantren Kaligrafi Alquran Lemka

Bank bjb Tandamata

“Pada hari ketika tiap-tiap jiwa menemukan segala apa yang telah dikerjakannya dari sedikit kebaikanpun dihadirkan (dihadapannya), dan apa yang telah dikerjakannya; ia ingin kalau kiranya antara ia dan kejahatannya itu ada jarak yang jauh” (QS:3:30)

DARI ayat di atas kita dapat melihat bahwa manusia hidup di dunia ini dihadapakan kepada dua pilihan. pertama adalah perbuatan yang memiliki nilai kebaikan dan kedua perbuatan yang memiliki nilai sebaliknya. Kedua nilai tersebut tentu akan memiliki konsekuensi masing-masing. Sesuai pepatah mengatakan, siapa yang berani menanam maka ia sendiri yang akan menuainya.

Sebagai manusia yang beriman tentu meyakini akan adanya hari pembalasan dimana seluruh manusia akan mempertanggungjawabkan segala amal baik dan buruknya selama hidup di dunia. Dengan bekal keyakinan dan keimanan itulah manusia diharapkan dapat menentukan pilihannya apakah kebahagiaan atau sebaliknya yang ia rasakan baik ketika masih hidup di dunia atau kelak di akhirat.

Kebaikan dan keburukan merupakan pasangan yang tidak dapat dipisahkan karena itu merupakan sunnatullah, tinggal bagaimana kita untuk menentukan pilihannya tersebut. Kebaikan mencakup segala aspek baik yang bersifat kata-kata maupun perbuatan. Sebagai barometer, ketika apa yang dilakukan dapat memiliki good social effect dan psichologycal effects yang dirasakan langsung oleh si pelaku yakni rasa nyaman dan ketenangan yang dirasakan sebagai buah dari perilakunya itu sendiri.

Begitu pula perilaku negatif yang bersifat kata-kata maupun perbuatan tentu akan memiliki dampak sosial dan psikologis yang dirasakan baik oleh sesama maupun si pelaku itu sendiri.

Dalam surat Al Infitar ayat 10-12, Allah SWT berfirman: “Padahal sesungguhnya bagi kamu ada (malaikat-malaikat) yang mengawasi (pekerjaanmu), yang mulia (di sisi Allah) dan mencatat (pekerjaan-pekerjaanmu itu), mereka mengetahui apa yang kamu kerjakan.”

Ayat ini memberi peringatan kepada kaum kafirin yang tidak mempercayai adanya hari pembalasan. Mereka mengira bahwa tingkah lakunya selama di dunia tidak ada yang mengawasi dan mencatatnya. Padahal dalam ayat di atas Allah SWT menegaskan bahwa Ia telah mengutus dua malaikat pencatat amal baik dan buruk, Rokib dan Atid. Kapanpun dan dimanapun, sebesar dan sekecil apapun perilaku manusia selalu dalam pengawasan dua makhluk utusan Allah ini. Seluruh amalan baik berupa perkataan maupun perbuatan sedikitpun tidak ada yang luput dari pengawasanya yang kelak semua akan diperlihatkan dan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT.

Ayat di atas menggambarkan kepada kita bahwa tidak ada sedikitpun perilaku manusia yang lepas dari monitoring Allah SWT. Melalui hamba-Nya yang setia yakni malaikat pencatat amal baik dan buruk, seluruh perbuatan manusia terekam dengan apik dan tertib yang kelak akan diperlihatkan kepada mereka sebagai bukti dari seluruh perbuatan selama di dunia.

Bagi mereka yang memiliki catatan kebaikan sekecil apapun pasti akan merasakan kebahagiaan yang tidak pernah dirasakan dan didapatkan selama hidup di dunia. Begitu pula sebaliknya, bagi mereka yang memiliki catatan keburukan sekecil apapun terutama mereka yang inkar kepada Alqur’an dan Assunnah pasti akan mendapatkan penderitaan yang sangat menyakitkan.

Sehingga dalam ayat di atas digambarkan bahwa mereka senantiasa berharap dijauhkan dengan sejauh-jauhnya dan tidak ingin melihat rekam jejak keburukan sama sekali selama di dunia. Dalam QS: Al Zalzalah: 7-8 Allah SWT menegaskan bahwa setiap amal kebaikan atau keburukan walau sebesar ‘zarrah’ punya balasannya masing-masing.

Oleh karena itu marilah kita senantiasa berusaha semaksimal mungkin untuk selalu berbuat dan berkata-kata yang tentunya dapat membawa manfaat dan kemaslahatan baik bagi diri kita sendiri maupun orang lain. Ingat bahwa khaerunnas anfa’uhum linnas (sebaik-baik manusia adalah mereka yang selalu berbuat kebaikan bagi orang lain). Semoga bermanfaat. (***)