KABUPATEN SUKABUMI

Sang Preman Sukabumi, Samson Simpenan Tergeletak Bersimbah Darah, Dikeroyok Sejumlah Orang

×

Sang Preman Sukabumi, Samson Simpenan Tergeletak Bersimbah Darah, Dikeroyok Sejumlah Orang

Sebarkan artikel ini
Samson Simpenan Sukabumi
Lokasi saat Erlan warga Cidadap, Simpenan dikeroyok sejumlah orang.

SIMPENAN – Seorang pria berusia 27 tahun warga Kampung Cihurang, Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, sempat terkapar berlumuran darah dibagian muka setelah dikeroyok sejumlah orang.

Bersarkan informasi di lapangan korban yang bernama Erlan (27) dan sering di panggil Samson, dikeroyok sejumlah orang Jumat, (30/6) sekitar pukul 11.30 WIB menjelang salat Jumat, saat itu dia tengah asyik ngopi bersama rekan rekannya di sekitar pasar Rehe, kampung Selakopi, Desa Cidadap.

Bank bjb Tandamata

Irfan (37) salah seorang warga sekitar mengaku tidak mengetahui pasti penyebab korban di keroyok sejumlah orang, namun Ia melihat kejadian secara tiba tiba, sesaat korban bersamanya sedang ngopi disalah satu kios jahitan baju.

“Lagi ngopi (Erlan- red) sama saya, tiba tiba ada gerombolan pakai mobil jenis Avanza hitam, motor satu, tiba tiba, langsung manggil ke Erlan dibawa ke belakang, langsung ditonjok di sini, di lorong pasar,” ujar Irfan.

Melihat hal itu, Irfan dan beberapa temannya berusaha untuk melerai namun karena gerombolan orang yang mengeroyok Erlan terlalu banyak, Ia bersama rekan rekannya hanya bisa memisahkan yang berantem.

“Ada empat sampai lima orang lah, apa tujuh orang, mereka langsung di sini di tempat digebugin, dan langsung diibubarin sama masyarakat yang ada di sini,” jelasnya.

“Erlan tadi berlumuran darah, tadi ke rumahnya di Cihurang dulu, langsung dibawa mobil ke puskesmas, katanya sekarang sudah ada di rumah lagi,” sambungnya.

Sementara itu, Fir (28) warga lain yang juga merupakan kerabat korban menambahkan, sebelum mendapat kabar Erlan dikeroyok sejumlah orang, sebelumnya sempat pamit ke keluarga dengan membawa anaknya yang masih kecil ke salah satu kios jahitan pakaian.

Tidak berselang lama, tiba tiba Erlan kembali datang ke rumah dengan muka berlumuran darah dan langsung tergeletak di jalan depan rumahnya, sambil berkata bahwa dirinya merasa lieur (pusing -red).

“Tadi itu begitu datang langsung tergeletak gitu, katanya gak kuat pusing, ini mukamya penuh darah, ini katanya luka dibagian jidat,” timpalnya.

“Dia (Korban- red) sempat ditolong dua orang, saya juga gak kenal gak tahu, katanya saat kejadian dipukuli itu sempat ada yang mau nolongin tapi gak berani katanya,” imbuhnya.

Sesampainya dirumah, kata Fir lagi, belum lama datang personel kepolisian dan langsung membawa Erlan ke puskesmas Simpenan untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

“Tadi itu Erlan bawa anaknya karena dikasih sama saudaranga tapi ke gedean makanya mau dikecilin ke tempat jahit, tadi saya sempat bilang sebelum dia berangkat jangan bawa anak, katanya mau benerin baju,” ucapnya. (Ndi).