SUKABUMI – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi, launching penilaian kelurahan tangguh bencana. Hal ini, dilakukan sebagai upaya pengurangan risiko bencana.
Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Sukabumi, Zulkarnain Barhami mengatakan, hingga saat ini sudah ada 17 kelurahan yang berstatus tangguh bencana diantaranya, Kelurahan Subangjaya, Karangtengah, Baros, Gunungpuyuh, Cikondang, Citamiang, Karamat, Limusnunggal, Jayamekar, Cipanengah, Sukakarya, Cisarua, Benteng, Sudajayahilir, Cikundul, Sindangsari dan Situmekar. “Target 16 kelurahan yang dilakukan penilaian saat ini,” kata Zulkarnain kepada Radar Sukabumi, Kamis (22/6).
Lanjut Zulkarnain, BPBD Kota Sukabumi bakal mulai melakukan penilaian dari aspek legislasi, perencanaan, kelembagaan, pendanaan pengembangan kapasitas dan penyelenggaraan penanggulangan bencana.
“Kelurahan tangguh bencana ini, memiliki kemampuan mandiri untuk beradaptasi dan menghadapi ancaman bencana, serta memulihkan diri dengan segera dari dampak bencana yang merugikan,” ujarnya.
Adapun, sambung Zulkarnain, kelurahan tangguh bencana ini untuk melindungi masyarakat yang tinggal di kawasan rawan bahaya dari dampak bencana yang merugikan bencana, meningkatkan peran serta masyarakat, khususnya kelompok rentan dalam pengelolaan sumber daya untuk mengurangi risiko bencana.
“Selain itu, meningkatkan kapasitas kelembagaan masyarakat dalam pengelolaan sumber daya dan pemeliharaan kearifan lokal bagi pengurangan risiko bencana, meningkatkan kapasitas pemerintah dalam memberikan dukungan sumber daya dan teknis bagi pengurangan risiko dan meningkatkan kerjasama antara para pemangku kepentingan dalam PRB, pihak pemerintah daerah, sektor swasta, perguruan tinggi, LSM, organisasi masyarakat dan kelompok lainnya yang peduli,” bebernya.
Ia berharap, kelurahan dan masyarakat dapat mandiri tumbuh dan sadar dalam pengurangan risiko dan mitigasi. “Jika bencana terjadi mereka sudah siap, korban bisa diminimalisir termasuk kerugian ekonominya dan segera pulih untuk perbaikan dang jiwa gotong royong,” pungkasnya. (bam)






