Ika Sofia Rizqiani, S.Pd.I., M.S.I
Dosen AIK dan Agribisnis Universitas Muhammadiyah Sukabumi
Kisah masyhur yang dialami Nabi Ibrahim alaihi salam dan Nabi Ismailalaihisalam membuahkan hikmah yang panjang serta menjadi asal muasal ibadah kurban bagi umat Islam di setiap bulan Dzulhijjah. Kisah tentang seorang ayah dan anak serta pembuktian ketaatan kepadaAllah yang dijalani dengan ikhlas dan sabar bahkan ketika nyawa harus mereka pertaruhkan.
Dikisahkan bahwa pernikahan Nabi Ibrahimalaihi salam dan Siti Sarah tak kunjung memiliki anak untuk melanjutkan perjuangan dakwah. Maka pada saat itu, Siti Sarah mengizinkan Nabi Ibrahimalaihi salam untuk menikah dengan seorang budak yang memiliki hati mulia bernama Siti Hajar. Nabi Ibrahimalaihi salam tak berhenti berdoa untuk memiliki anak, hingga datanglah malaikat membawakannya kabar yangsangat menggembirakan, bahwamereka akan dikarunia seorang putra yang cerdas dan sabar, yaitu Nabi Ismailalaihi salam.
Pada suatu malam, Nabi Ibrahim alaihi salam mendapatkan mimpi berupa perintah Allah untuk menyembelih anaknya, Nabi Ismail alaihi salam.Kemudian Nabi Ibrahimalaihi salam terbagun dengan perasaan manusiawi gelisah dan sedih. Bagaimana tidak, Nabi Ismail alaihi salam adalah buah hati yang telah lama dinantikan kehadirannya.Nabi Ibrahimalaihi salam pun menceritakan mimpi tersebut kepada Nabi Ismailalaihi salam, dengankesabaranserta ketaatan, Nabi Ismailalaihi salam menerima untuk disembelih dan dikurbankan.
Kisah ini diabadikan dalam Al-Qur’an, Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
“Maka ketika anak itu sampai (pada umur) sanggup berusaha bersamanya, (Ibrahim) berkata, “Wahai anakku! Sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah bagaimana pendapatmu!” Dia (Ismail) menjawab, “Wahai ayahku! Lakukanlah apa yang diperintahkan (Allah) kepadamu; insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar.”“(QS. As-Saffat Ayat 102)
Nabi Ibrahimalaihi salam membawa Nabi Ismailalaihi salam ke suatu tempat untuk disembelih. Sepanjang perjalanan, banyak sekali godaan iblis. Namun, dengan keimanan dan ketakwaan, mereka berdua sampai ke tempat tujuan. Tatkala Nabi Ibrahimalaihi salam menutup mata Nabi Ismail alaihi salam yang hendak disembelih, datanglah Malaikat Jibril atas izin Allah untuk mencegah proses tersebut dan mengganti Nabi Ismailalaihi salam dengan seekor kambing, lalu diperintahkan untukmembagikan dagingnya.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
“Maka ketika keduanya telah berserah diri dan dia (Ibrahim) membaringkan anaknya atas pelipisnya, (untuk melaksanakan perintah Allah). Lalu Kami panggil dia, “Wahai Ibrahim! Sungguh, engkau telah membenarkan mimpi itu.” Sungguh, demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata.Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.” (QS. As-Saffat Ayat 103-107)
Peristiwa tersebut diperingati umat Islam sebagai hari raya iduladha, pada hari tersebut kaum muslim dianjurkan untuk ibadah kurban.
Keikhlasan yang dimiliki Nabi Ibrahimalaihi salam adalah karena ia menyadari bahwa segala yang dimiliki bahkan sesuatu yang sangat dipertahankan di dunia saat ini hanyalah titipan Allah semata, Allah berhak mengambilnya kapan saja. Setiap kita pasti memiliki sesuatu yang berharga, seperti halnya Nabi Ibrahimalaihi salam yang memiliki Nabi IsmailAS dengan penantian yang panjang. Maka sesungguhnya, yang dikurbankan Nabi Ibrahim AS bukanlah putranya melainkan rasa kepemilikannya.
Pun dengan kesabaran yang dimiliki Nabi Ismail alaihi salamadalah karena ia menyadari bahwa Allah Maha Tahu Segalanya, manusia diperintahkan hanya untuk taat kepada Sang Pemilik Alam Semesta. Maka dari itu, Nabi Ismailalaihi salam sukarela ketika hendak disembelih dan dikurbankan oleh ayahnya atas perintah Allah, karena kesabaran itulah Allah menggantinya dengan seekor kambing. Nabi Ismail alaihi salamtak memandang buruk kenyataan yang dimilikinya, dengan kecerdasan dan keimanan, ia tumbuh menjadi anak yang bertakwa.
Hikmah yang dapat kita ambil dari kisah Nabi Ibrahim alaihi salam dan Nabi Ismail alaihi salam:
- Nabi Ibrahim alaihi salamtaat pada perintah Allah.
- Nabi Ibrahim alaihi salam tidak membantah wahyu.
- Kecintaan kepada Allah lebih diutamakan.
- Nabi Ismail alaihi salam adalah anak yang shaleh dan patuh pada orang tua.
- Ikhlas dan sabar ketika diberikan kesulitan pasti akan dibalas dengan kemudahan.
Kisah tersebut mengajarkan kita tentang ujian keimanan, memanglah bukan hal yang mudah bagi seseorang untuk merelakan suatuhal berharga yang dimilikinya. Maka setiap hari raya iduladha, kaum muslim yang mampu,disunahkan untuk menyembelih hewan kurban sebagai tanda bersyukur dan berbagi antar umat manusia. Berikut aya Al-Qur’an tentang perintah Allah untuk berkurban:
- Berkurban ialah simbol pengorbanan bagiseorang hamba yang ingin mendekatkan diri kepada Allah.Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
“Maka laksanakanlah sholat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah (sebagai ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah).“(QS. Al-Kausar Ayat 2)
- Berkurban sebagai bentuk dari rasa syukur seorang hamba. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
“Dan bagi setiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban) agar mereka menyebut nama Allah atas rezeki yang dikaruniakan Allah kepada mereka berupa hewan ternak …” (QS. Al-Hajj Ayat 34)
- Berbagi kepada sesama manusia. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
“… maka makanlah sebagiannya dan berilah makan orang yang merasa cukup dengan apa yang ada padanya (tidak meminta-minta) dan orang yang meminta. Demikianlah Kami tundukkan (unta-unta itu) untukmu agar kamu bersyukur.Daging (hewan kurban) dan darahnya itu sekali-kali tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kamu.“ (QS. Al-Hajj Ayat 36-37)
Setiap muslim perlu memupuk jiwa pengorbanan yang lIllah (karena Allah), seperti halnya kisah Nabi Ibrahim alaihi salam dan Nabi Ismail alaihi salam yang memiliki hikmah panjang dan menjadi contoh untuk umat Islam selanjutnya. (*)






