SUKABUMI — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi, mencatat selama hujan mengguyur pada Sabtu (13/5) lalu, terdapat sebanyak 12 bencana alam terjadi dan tersebar dibeberapa daerah.
Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Sukabumi Zulkarnain Barhami menjelaskan, terdapat sembilan bencana banjir yang terjadi di sembilan titik diantaranya, Jalan Tipar Gede, Kelurahan/Kecamatan Citamiang, Jalan Perintis Kemerdekaan, Sekitaran Mesjid Agung dan Lapang merdeka, RW6 dan RW 14, Kelurahan Keramat Kecamatan Gunungpuyuh, RW5, 6, 8 dan RW12, Kelurahan Gunungpuyuh, RT2 RW 12 Kelurahan Sukakarya, Kecamatan Warudoyong, Jalan RA. Kosasih Ciaul GG Juli, Kecamatan Cikole, depan Stasiun Kereta Api, Gang Warudoyong RT2/RW2 Kelurahan Warudoyong dan Caringin Ngumbang RT3/RW10 Kelurahan Benteng Kecamatan Warudoyong.
“Banjir terjadi saat Kota Sukabumi diguyur hujan pada Sabtu lalu,” jelas Zulkarnain kepada Radar Sukabumi, Minggu (14/5).
Selain bencana banjir, lanjut Zulkarnain, bug trotoar dan bangunan pagar di Jalan RA. Kosasih RT1/RW1, Kelurahan Babakan Kecamatan Cibeureum ambruk. Sementara itu, longsor terjadi di Jalan Sriwijaya RT3/RW1 Kelurahan Gunungpuyuh dan atap rumah ambruk di Ciseureuh RT2/RW5 Kelurahan Karangtengah.
“Sejauh ini kami sudah melajukan pengecekan lokasi kejadian untuk melakukan evakuasi baik material bangunan roboh maupun material longsor,” ujarnya.
Menurutnya, penyebab bencana banjir terjadi mayoritas akibat saluran drainase tidak berpungsi dengan baik. “Ya, sehingga ketika turun hujan air meluap hingga terjadi banjir,” paparnya.
Disinggung soal kerugian, Zulkarnain menambahkan, sejauh ini petugas masih melakukan pengecekan dan kerugian masih dalam perhitungan.
“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Sementara, kerugian masih dalam proses perhitungan. Adapun, akibat bencana tersebut puluhan rumah warga terendam seperti di Sukakarya, dan puluhan ruko terendam di Stasiun. Rata-rata ketinggian 30 sampai 40 centimeter,” pungkasnya. (bam)






