CISOLOK–Santri Pondok Pesantren (Ponpes) Riadussolihin Kota Depok akhirnya ditemukan sudah tak bernyawa, sekitar pukul 17.00 WIB, Sabtu (24/3).
Korban yang bernama Rizki Dwi Hidayah (16) warga Kampung Bedahan Rt 06 /05 Sawangan Kota Depok itu hilang tenggelam di Pantai Karangaji Wilper, Cibangban, Desa Cikahuripan, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi pada pukul 08.05 WIB, Jumat (23/3).
Informasi yang dihimpin, korban ditemukan sekitar 100 meter dari Tempat Kejadian Musibah (TKM).
Namun kondisi jenazah saat ditemukan tak lazim seperti korban tenggelam lainnya.
“Korban ditemukan dalam kondisi telungkup dengan tangan sikap sempurna seperti orang sedang salat,” kata Ketua Tim Search And Rescue Daerah) (SARDA) Kabupaten Sukabumi, Okih Pajri Assidiq kepada Radar Sukabumi.
Secara keseluruhan, jenazah masih utuh dengan mengunakan pakaian yg digunakan masih lengkap.
Jenajah pun langsung dievakuasi ke RS BLUD Palabuhanratu untuk divisum et reventum.
“Setelah di rumah sakit, korban langsung di bawa ke rumah duka Kota Depok oleh pihak keluarganya. Tak ayal, isak tangis pun mewarnai saat keluarganya menjemput jenazah Rizki di Kamar Mayat RS BLUD Palabuhanratu.
Informasi yang dihimpun radarsukabumi, korban datang bersama rekan dan gurunya dari Ponpes Riadussolihin Kota Depok ke Pantai Karangaji, Cibangban, Cisolok menggunakan mobil rombongan. Mereka hanya sekadar berwisata menikmati bermain di pantai selatan.
Namun, saat korban berenang menggunakan pelampung bersama delapan santri lainnya, tiba-tiba, korban digulung ombak. Pelampung yang digunakannya lepas dari genggamannya hingga korban diseret arus bawah hingga hilang tenggelam.
Ketua Tim Search And Rescue Daerah (SARDA) Kabupaten Sukabumi, Okih Pajri Assidiq menyebutkan, korban hilang di sekitar 15 meter dari bibir pantai. Saat berenang, korban menggunakan pelampung.
Korban sempat terlihat oleh rekannya di sekitar 15 meter bibir pantai. Namun, setelah dihantam ombak besar, arus deras membawa korban hingga hilang.
“Kami mengimbau kepada wisatawan agar tidak berenang di pantai terlalu tengah. Karena sangat bahaya. Apalagi di lokasi yang sudah diberi tanda bendera merah,” imbuhnya. (ryl)



