JAWA BARAT

Korosi Ancam Konstruksi Bendungan Jatiluhur

×

Korosi Ancam Konstruksi Bendungan Jatiluhur

Sebarkan artikel ini

PURWAKARTA– Kadar air Waduk Ir. Djuanda (Jatiluhur) Purwakarta semakin asam. Kondisi tersebut, menjadi ancaman tersendiri bagi kontruksi bendungan di waduk tersebut.Karena, dengan semakin asamnya kadar air di waduk buatan ini banyak ancaman yang mengahantui keberadaan bendungan. Salah satu dampak terparahnya, yakni Bis menyebabkan korosi pada kontruksi bendungan.

Sebagai pengelola waduk, PJT II Jatiluhur pun dituntut untuk melakukan langkah stategis sesegera mungkin. Supaya, bisa meminimalisasi resiko yang mengancam keberadaan bendungan. Salah satunya, menertibkan puluhan ribu keramba jaring apung (KJA) yang ada di perairan tersebut.

Bank bjb Tandamata

Dirut PJT II Jatiluhur, Djoko Saputro mengakui jika saat ini kualitas air di waduk buatan ini sudah sangat memprihatinkan. Menurutnya, salah satu penyumbang menurunnya kualitas air ini yakni keberadaan KJA tersebut. “Air Jatiluhur semakin asam. Lambat-laun ini bisa menyebabkan korosi pada kontruksi bendungan,” ujar Djoko, belum lama ini.

Untuk itu, pihaknya menegaskan, akan sesegera mungkin mengambil langkah startegis. Yakni, dengan menghilangkan KJA di perairan Jatiluhur. Dalam hal ini, pihaknya memastikan di 2018 Jatiluhur sudah kosong dari keberadaan budidaya ikan ini. Menurutnya, penertiban KJA ini dianggap mendesak. Mengingat, semakin hari kadar keasaman air di Jatiluhur semakin meningkat.

Dia mensinyalir, kondisi ini terjadi karena Waduk Jatiluhur tercemar limbah yang dihasilkan dari usaha budidaya ikan ini. “Keberadaan KJA ini bukan hanya akan merusak ekosistem air di danau Jatiluhur. Tapi, bisa berdampak luas terhadap sektor lain yang berkaitan erat dengan bendungannya. Salah satunya, bisa menyebabkan kerusakan pada turbin dan korosi pada kontruksi bendungan,” ujarnya. [bon]