SUKABUMI — Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kota Sukabumi, mendorong Pemberdayaan Perempuan Kepala Keluarga (Pekka) menjadi tulang punggung keluarga dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Kabid P3A DP2KBP3A Kota Sukabumi, dr. Wiwi Edhi Yulavian mengatakan, Pekka ini merupakan perkumpulan perempuan yang sudah berkeluarga.
“Karena itu, mengarahkan agar kaum perempuan yang masuk ke dalam kelompok Pekka mampu meningkatkan tingkat perekonomian keluarga,” kata Wiwi kepada Radar Sukabumi, Minggu (9/10).
Wiwi menjelaskan, jumlah Pekka di Kota Sukabumi saat ini terdapat sebanyak 30 kelompok dari 33 kelurahan. “Kondisinya bervariasi, karena pada masa pandemi Covid-19 ada yang masih aktif dan ada pula yang tidak aktif,” jelasnya.
Kelompok itu, sambung Wiwi, dibentuk pada 2010 silam oleh pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabaw).
“Sebenarnya ini, kegiatan turunan, bukan kegiatan murni dari yang harus di kerjakan kami. Tapi tujuannya adalah membentuk kelompok untuk membantu meningkatkan perekonomian keluarga. Terutama untuk keluarga yang para perempuannya atau wanita nya menjadi tulang punggung keluarga. Bisa disebut perempuan mandiri,” cetusnya.
Menurutnya, Pekka memiliki kemiripan dengan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) karena berlaku untuk semua kelompok masyarakat. Namun, Pekka tidak ada pengecualian antara laki-laki maupun perempuan.





