CISAAT– Harga ikan laut segar disejumlah pasar semi modern (PSM) Kabupaten Sukabumi mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Lonjakan tersebut diduga akibat intensitas hujan tinggi yang mengakibatkan nelayan enggan melaut.Informasi yang dihimpun Radar Sukabumi, harga ikan laut segar seperti layur dan tenggiri segar saat ini dijual dengan bandrol Rp90-100 ribu per kilogram. Padahal sebelumnya, harga kedua jenis ikan tersebut dijual dengan harga Rp60-70 ribu per kilogramnya.
Kenaikan harga serupa terjadi pada jenis ikan tongkol yang kini menembus kisaran Rp23 ribu per kilogram. Padahal sebelumnya, harga ikan tongkol di kios nelayan tradisional hanya Rp15 ribu per kilogramnya. “Bahkan kenaikan signifikan terjadi pada harga lobster. Dari sebelumnya Rp200 ribu, kini meroket menjadi Rp500-550 ribu per kilogram,” jelas Bahri (38) salah seorang pedagang ikan laut di PSM Cisaat, kemarin (8/3).
Ia mengakui, saat ini pasokan ikan dari Pelabuhanratu mulai dibatasi akibat cuaca ekstrim. Sehingga ia belum bisa memperkirakan harga ikan segar di pasar tradisional akan kembali stabil. “Sepertinya, selama frekuensi curah hujan meningkat, pasokan ikan segar khususnya tenggiri dan tongkol akan mengalami penurunan drastis,” terangnya.
Selama ini untuk memenuhi pasokan ikan segar, dirinya mengandalkan ikan dari Pantai Palabuhanratu, Ujunggenteng, Ciracap, Ciemas dan Pantai Cisolok. “Selama intensitas hujan meningkat, pasokan ikan pun tidak bisa dihandalkan lagi,” katanya.
Kini, untuk memenuhi kebutuhan pasar ikan segar, kata dia, terpaksa mencari pasokan ikan dari Pluit Jakarta dan Cilacap Jawa Tengah. “Semakin hari pasokan ikan dari pantai di Sukabumi tidak bisa memenuhi kebutuhan pasar lagi,” tutupnya.



