Pemerintah Kota Sukabumi

Diskumindag Kota Sukabumi Layangkan Surat OPM Curah

×

Diskumindag Kota Sukabumi Layangkan Surat OPM Curah

Sebarkan artikel ini
Diskumindag Kota Sukabumi
Kepala Diskopdagrin Kota Sukabumi Ayi Jamiat saat diwawancara Radar Sukabumi usai menggelar sosialisasi Pasar Modern Pelita.

SUKABUMI — Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (Diskumindag) Kota Sukabumi, melayangkan surat terkait pelaksanaan Operasi Minyak Minyak (OPM) curah kepada pemerintah pusat. Hal ini, dilakukan sebagai upaya memenuhi kebutuhan minyak goreng (Migor).

Kepala Diskumindag Kota Sukabumi, Ayi Jamiat mengatakan, Diskumindag hingga saat ini masih menunggu terkait informasi penyelanggaraan OPM curah yang rencananya dilakukan pada Ramadan ini.

Bank bjb Tandamata

“Ya, kami sudah mengajukan untuk menggelar OPM kepada Kementerian Perdagangan. Tapi sampai sekarang belum ada informasinya, tinggal menunggu saja,” kata Ayi kepada Radar Sukabumi, Kamis (7/4).

Lanjut Ayi, Diskumindag rutin menyampaikan kebutuhan minyak goreng curah disaat pihaknya melakukan koordinasi dengan Dinas Perdagangan Jawa Barat termasuk dengan Kementerian Perdagangan.

Sehingga untuk OPM curah itu waktunya bergilir, hanya saja waktu pengirimanya.

Dimana, biasanya dalam waktu sepekan bisa satu kali pengiriman, kini dua pekan satu kali pengiriman.

“Sebenarnya pendistribusian lewat distributor sebetulnya sudah jalan, cuman agak jarang. Biasanya seminggu sekali kini harus dua minggu sekali dalam pengiriman,” ujarnya.

Menurutnya, hingga saat ini Diskumindag belum bisa memastikan kapan OPM akan dilakukan. Adapun, untuk memenuhi kebutuhan minyak goreng di Kota Sukabumi ini mencapai 18 ton per minggu.

“Kami sudah berupaya mendaftar untuk dilakukan OPM yang kebutuhanya 18 ton per minggu, dengan harga di luar HET. Yakni, saat ini berada dikisaran Rp17 ribu hingga Rp20 ribu per kilo,” paparnya.

Disinggung soal Bapokting, Ayi menerangkan, berkaitan dengan perkembangan harga Bapokting di Pasar Tradisional dan Modern di Kota Sukabumi hingga memasuki Ramadan ke empat, sebagian alami perubahan harga.

Diantaranya, daging sapi alami penurunan, semula Rp150 ribu kini menjadi Rp140 ribu per kg, kemudian daging ayam broiler juga alami hal yang sama, dimana harganya Rp42 ribu menjadi Rp40 ribu per kg, kemudian cabai rawit merah dari Rp62 ribu kini dikisaran Rp55 ribu per Kilogram.

“Hasil monitoring yang dilakukan tadi, ada sebagian Bapoting yang turun dan ada juga yang alami kenaikan harga. Kalau yang naik itu, cabai rawit hijau dari Rp32 ribu menjadi Rp44 ribu per Kilogram, dan terigu segitiga biru yang naiknya sekitar lima ratus rupiah dari harag sebelumnya,” ucap Ayi.

Ayi memastikan, ketersediaan bapokting untuk memenuhi hingga menjelang lebaran nanti tergolong cukup ama, meskipun saat ini yang terpantau dari segi harga mulai alami perubahan.

Tetapi, fluktuasi harga masih dalam batas kewajaran. Begitu juga dengan penyaluran dan pendistribusian barang tersebut dalam kondisi aman dan lancar.

“Meskipun aman dan stok cukup tersedia, kita terus lakukan pemantauan ataupun pengawasan kelapangan hal itu untuk menjaga agar ketersediaan tetap stabil,” tutupnya. (bam)