SUKABUMI, RADAR SUKABUMI – Masjid Agung Alun Alun Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi melaksanakan kegiatan keagamaan malam Nisfu Syaban, Kamis (17/03). Ini merupakan tradisi tahunan menyambut bulan suci Ramadan.
Biasanya, dalam pengajian malam Nisyfu Syaban, masing-masing jamaah membawa air minum yang diwadahi. Air tersebut dipercaya mendapatkan keberkahan lewat doa-doa yang dipanjatkan.
Takmir Masjid atau Marbot Masjid Agung Palabuhanratu, Hamzah Fansuri mengatakan, hal ini sudah menjadi kegiatan rutin jemaah masjid dan warga sekitar untuk bersama – sama melakukan kegiatan keagamaan.
“Insya Allah ada kegiatan nisfu syaban dan sudah menjadi kebiasaan jemaah masjid dan warga sekitar bersama-sama berdoa, berdzikir, salat, shalawat, pembacaan Al-Qur’an Surat Yaasin tiga kali, dan dilanjut salat Isya berjamaah,” ujarnya kepada Radar Sukabumi, Kamis (17/3).
Adapun maksud pembacaan Yaasin tiga kali berdasarkan para ulama. Yaasin pertama, diniatkan untuk diberikan panjang umur dalam ketaatan.
Yaasin kedua, diniatkan agar terhindar dari musibah dan mara bahaya yang bisa menimpa kita serta diberikan keluasan rezeki. Dan Yaasin ketiga, diniatkan dalam diberikan husnul khotimah.
Ia menjelaskan, sudah menyiapkan segala menjelang nisfu syaban, mulai membersihkan masjid dan lain-lainnya. “Alhamdulillah, semua persiapan sudah dilakukan dan stabil,” paparnya.
Adapun ruangan yang pergunakan lantai dua dan tiga mulai pukul 18:00 WIB. Lanjut Hamzah, pembacaan doa dzikir nisfu akan dipimpin oleh KH. Useh Ahmad Ahwasi dari Pondok Pesantren Ponpes Asy-Syatibiyyah.
“Susunan acara salat magrib berjamaah, pembacaan surat yasin, pembacaan doa nisfu syaban, salat tasbih, dan salat Isya berjamaah. Diharapkan para jama’ah agar membawa serta perlengkapan salat dan buku Yasin,” tandasnya.
Sementara itu, Fauzi (32) warga Palabuhanratu mengatakan, pengajian malam Nisyfu Syaban kali ini momentum untuk memanjatkan doa terbaik untuk Indonesia dan Sukabumi. Salah satunya adalah agar pandemi Covid-19 segera berakhir.
“Doa lainnya juga, semoga perekonomian segera pulih dan membaik. Sebab saat ini kita dihadapi masalah seperti minyak goreng yang mahal atau susah. Dan bahan sembako lainnya yang juga mahal,” ujar Fauzi. (ris/t)




