SIMPENAN – Hujan dengan intensitas tinggi yang melanda wilayah Kabupaten Sukabumi, mengakibatkan bencana alam di sejumlah lokasi. Satu di antaranya di wilayah Kecamatan Simpenan yang diterjang banjir dan tanah longsor.
Informasi dihimpun Radar Sukabumi, bencana alam tanah longsor dan banjir terjadi pada Jumat (11/03) lalu sekitar pukul 20:00 WIB. Bencana longsor terjadi di Kampung Cimapag RT 18 RW 12, Desa Loji, Kecamatan Simpenan.
Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Simpenan, Dandi Sulaeman mengatakan, akibat hujan deras terus menerus, mengakibatkan terjadinya longsor di sepanjang ruas Jalan Raya Bagbagan – Kiaradua. Jalur di jalan nasional tepat di titik Kampung Tegalbuled dan Cimapag terjadi di 4 titik dengan lelongsoran sebagian menutupi jalan.
“Ketinggian tebing longsor sekitar 12 meter, tinggi longsoran 5 meter dan lebar 5 meter. Arus lalu lintas sedikit terhambat dan hanya bisa dilalui oleh roda dua, sedangkan untuk kendaraan roda empat agak sedikit kesulitan dan harus bergantian,” ujar Dandi dalam keterangannya, Minggu (13/03).
Bencana tanah longsor dan banjir juga terjadi di Kampung Citamiang RT 02/ RW 10, Desa Cidadap dan Kampung Cibuntu RT 01/ RW 01 Desa Sangrawayang, Kecamatan Simpenan.
“Di Kampung Citamiang tanah longsor mengakibatkan dua unit rumah warga terancam longsoran pondasi setinggi 2 meter lebar 5 meter. Adapun bencana yang terjadi di Kampung Cibuntu, yaitu banjir akibat meluapnya air sungai Cibuntu,” papar Dandi.
Luapan ari Sungai Cibuntu tersebut mengakibatkan pemukiman 5 unit rumah warga terendam banjir dengan ketinggian setengah meter. “Alhamdulillan tidak ada korban jiwa dalam bencana tanah longsor dan banjir itu,” ungkapnya.
Dandi menegaskan, P2BK Simpenan pasca terjadi bencana langsung berkoordinasi dengan para perangkat Desa/Kecamatan, Koramil, Polsek, dan relawan. Hal itu guna melakukan pendataan dan untuk memberikan imbauan ke masyarakat untuk tetap waspada akan adanya longsor dan banjir susulan.
“Adapun kebutuhan kedaruratan saat ini, yaitu boronjong untuk mencegah longsor dan air masuk ke pemukiman warga, kemudian alat berat beko dan sinsow untuk disegerakan,” tandasnya. (ris/d)






