EKONOMI

Hadiah THP X Diraih Warga Sukabumi

×

Hadiah THP X Diraih Warga Sukabumi

Sebarkan artikel ini

SUKABUMI – Untuk kedua kalinya, hadiah Tabungan Harmoni Plus (THP) berupa sebuah mobil Toyota Innova Tipe G kembali diboyong salah seorang nasabah BPR Nusamba Sukaraja. Kali ini hadiah utama tersebut diraih oleh Nindin, asal kantor Pusat Operasional BPR Nusamba Sukaraja.
Pengundian yang dilakukan pada Sabtu (17/2) di Aula Auditorium BBPBAT Kota Sukabumi itu disaksikan Bupati Sukabumi Marwan Hamami, perwakilan Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi, Direktur Kepatuhan PT Sentral Modal Harmoni Sukhidin Aji, Perwakilan Dinas Sosial (Dinsos) Pemprov Jabar serta unsur perwakilan TNI/Polri.

Direktur Utama BPR Nusamba Sukaraja, Ade Hasan Firdaus mengaku sumringah dengan raihan tersebut. Menurut dia, hadiah utama yang diraih nasabah BPR Nusamba Sukaraja ini, tentunya akan berdampak positif dalam peningkatan program-program yang digalakan, terlebih pada kepercayaan masyarakat dan nasabah. “Alhamdulillah sangat bahagia dan senang, apalagi disaksikan langsung para pejabat penting pemda. Semoga BPR Nusamba Sukaraja semakin jaya,” katanya kepada Radar Sukabumi.

Bank bjb Tandamata

Capaiannya ini diharapkan dapat menjadi promo untuk menarik nasabah baru. Ahas sapaan karib Ade Hasan Firdaus ini menambahkan, rencananya hadiah untuk nasabah tersebut bakal diarak keliling Sukabumi. Hal itu sebagai bukti rasa syukur dan penghargaan kepada nasabah yang selalu mempercayakan BPR Nusamba Sukaraja sebagai mitra usahanya.

“Insya Allah kita akan arak lagi, seperti tahun sebelumnya,” sambung Ahas.
Sementara itu sebelumnya, Bupati Sukabumi, Marwan Hamami membuka secara resmi pegundian THP ke-X BPR Nusamba Group dan Mitra Harmoni se-Jabar. Dalam kesempatannya, Marwan mengatakan, keberadaan BPR maupun dunia perbankan yang lain, sangat menunjang perekonomian di Kabupaten Sukabumi. Karena BPR ini menyentuh pada peran masyarakat dalam pemberdayaan usaha mikro kecil menengah (UMKM), dengan kemudahan dan pelayanan yang terdepan.

“Jadi kalau perbankan yang besar-besar adanya diperkotaan, jadi masyarakat biasanya sulit berhubungan secara administrasi terlalu jauh, tetapi BPR masuk tingkat masuk ke wilayah pedesaan jadi bisa mempercepat pertumbuhan bantuan pemberdayaan ekonomi. Masyakrat sangat butuh sentuhan seperti itu,” ujarnya.
Tidak hanya itu, dalam situasi dan kondisi perekonomian global yang relatif labil seperti sekarang ini, sektor UMKM justru memiliki daya tahan yang lebih di banding usaha besar. Untuk itu sangatlah pantas apabila lembaga perbankan seperti BPR lebih meningkatkan perhatiannya pada sektor ini.