BOGOR – Pengurus Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Kota Bogor mengadakan pelatihan untuk anggota angkatan 2021 di Cico Resort, Sabtu, (30/10/2021).
Kegiatan yang bertajuk “Leadership Management Development” dilakukan selama tiga hari bertujuan membina anggota baru PPI untuk menjadi pemimpin di masa depan.
Ketua PPI Kota Bogor, Teguh Rachman Hakim mengatakan, sebanyak 18 peserta yang berpartisipasi dalam kegiatan pelatihan tersebut.
“18 orang ini mau kita bina untuk jadi future leader. Mereka cukup bagus jadi pemimpin di Kota Bogor, karena sudah ikut seleksi dan dapat pemateri-pemateri yang luar biasa dalam pelatihan ini,” ujar Teguh.
Dirinya berharap para peserta belajar dan banyak mendapatkan ilmu dari para pemateri yang merupakan pemimpin-pemimpin yang ada di Kota Bogor.
“Kita pengen mereka bisa learn from the expert. Jadi kita hadirkan pemimpin-pemimpin di Kota Bogor seperti nanti ada Wali Kota Bogor, tadi ada Wakil Wali Kota, kemudian Dandim, Dirut PDAM, dan Bapak Guntur Santoso,” jelas Teguh.
Kegiatan yang dilaksanakan selama tiga hari dua malam ini menjadi awal PPI muda masuk ke dalam organisasi PPI.
Teguh menjelaskan, peserta yang telah mengikuti kegiatan ini akan terlibat dalam banyak kegiatan di Kota Bogor selama satu tahun ke depan.
“Kita tugasin nanti ikut jadi panitia Festival Merah Putih (FMP), kemudian Cap Go Meh, lomba ketangkasan baris berbaris (LKBB), beberapa acara internal PPI, dan juga haru besar nasional,” tambah Teguh.
Melalui kegiatan ini keluaran yang diharapkan ialah para peserta dapat kembali ke sekolah sebagai pemimpin dan bisa mengatur sebuah kegiatan.
“Nanti kita kasih project kegiatan yang akan mereka handle sendiri. Mereka juga akan mengurus sertifikasi pelatih. Sebagai pembuktian apa yang sudah dipelajari hari ini bisa diaplikasikan,” tutup Teguh.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim dalam materinya menyampaikan perlunya integritas yang dipegang oleh anggota PPI baru.
“Untuk menjadi pemimpin kita harus punya integritas. Contohnya cinta lingkungan, cinta keberagaman, anti korupsi, anti narkoba, anti terorisme, anti radikalisme, itu sikap yang harus dipunya dalam diri kita,” papar Dedie
Dirinya juga menjelaskan untuk menjadi pemimpin yang diidamkan di Indonesia tidak hanya cukup kepintaran tapi perlu ada rasa cinta perdamaian dan perbedaan.
Melalui kegiatan ini Dedie berharap generasi muda bisa memiliki bekal ilmu serta cinta tanah air dan bangsa untuk modal menjadi calon pemimpin di masa yang akan datang.
“Generasi muda harus dibangun kepedulian dan integritasnya agar orientasinya tidak ke materi, kepentingan golongan saja, tanpa memikirkan perjuangan dibangunnya bangsa ini,” tukasnya.(ded/mg2)




