Keluarga KH Umar Basri mengaku khawatir berkembangnya pemberitaan di media sosial terkait kasus penganiayaan menimbulkan situasi tidak kondusif. Saat ini, kasus tersebut masih dalam penyelidikan pihak kepolisian untuk mengetahui pelaku dan motif penganiayaan.
Keluarga kiai, Iwan Setiawan mengatakan, pihaknya berharap seluruh masyarakat khususnya para santri bisa menahan diri untuk tidak melakukan tindakan provokatif. Salah satunya dengan tidak menyabar foto-foto kondisi Mama Santiong dalam keadaan terluka.
“Tolong jangan sebarkan kembali foto-foto tersebut, kalau sudah terlanjur sebaiknya segera dihapus,” jelas Iwan ketika ditemui Jabar Ekspres (Jawa Pos Group), Sabtu (26/1)
Dia memaparkan, kasus ini sudah sepenuhnya diserahkan ke pihak berwajib untuk mengusut dan menangkap pelakunya. Sehingga, sebagai perwakilan keluarga dia meminta agar kasus ini dapat di proses sesuai hukum yang berlaku.
Iwan meminta, aparat kepolisian segera bertindak cepat untuk menangkap pelaku agar motif dibalik kasus penganiyaan ini bisa terkuak. “Kita berharap polisi dapat mengungkap dengan cepat apa motif pelaku melakukan penganiayaan terhadap pak kiai,” ujar dia.
Iwan menyesalkan atas tindakan pelaku yang melakukan penganiyaan fisik. Sebab, kiai dikenal sebagai sosok ramah dan disegani oleh masyarakat luas. “Belia itu ulama sepuh yang sudah lama jarang berdakwah di hadapan publik tapi kiai menghabiskan waktunya mengajar di pesantren,” kata dia.
Iwan berharap, kepada seluruh umat muslim dan organisasi nahdiyin agar menahan diri untuk tidak terpancing isu yang sengaja di hembuskan untuk memecah belah umat.
“Jangan sampai kejadian ini masuk kedalam isu sara biarkan polisi menanganinya sampai tuntas,” ucap Iwan yang juga Ketua Ansor Cabang Cicalengka.
Sementara itu, dukungan moral dari lembaga dan organisasi islam bermunculan atas kasus penganiayaan tersebut.
Ketua Laskar Aswaja Jawa Barat Ade Abdul Azis meminta pihak kepolisian untuk bertindak cepat. Sehingga, dapat menghindari tindakan main hakim.sendiri.
”saya meminta pihak kepolisian bergerak cepat tangkap pelaku 1×24 jam, apabila tidak terungkap, kita sudah siap mengerahkan anggota untuk melacak dan menangkap pelaku,” ungkapnya.
Senada dengan Ade, ketua Dansotkorwil Banser Jabar Yudi Nurcahyadi berharap, pihak aparat harus mampu mengungkap kasus tersebut.
“Kami Banser Jabar mendesak Kepolisian RI untuk menangkap apabila tidak,bmulai besok tanggal 28 januari 2018 kami ansor dan Banser se Jawa Barat akan bergerak sendiri mencari pelaku,” ungkapnya.
Selain itu, pernyataan kecaman juga datang dari Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam.Indonesia (PMII) Jabar Budi Burhanudin.
Dirinya mengaku, sangat terkejut dengan.kejadian tersebut. Sebab, selama ini Mama Santiong adalah sosok ulama santun dan dihormati semua kalangan.
Untuk itu, pihaknya meminta agar kepolisian bisa bertindak dengan menangkap pelaku secepat-cepatnya. Sebab, bila tidak dikhawatirkan bisa berkembang isu yang bisa memecah belah umat.
“Saya yakin aparat kepolisian bisa bertindak cepat dan menangkap pelakunya segera,” tutur Budi.
Sementara itu, berdasarkan pantauan Jabar Ekspres kondisi KH.Umar Basri yang di rawat di rumah saki Al Islam kondisinya berangsur baik. Kerabat, kolega dari kalangan Pesantren menjenguk untuk mengetahui dan menyatakan simpati atas musibah yang menimpa Mama Santiong.
(yuz/jpg/JPC)





