—————-
Sederet boneka tampak ketika Bali Express datang ke lapas perempuan yang sudah berdiri sendiri dan terpisah dari Lapas Kerobokan sejak April tahun lalu itu. Sekilas, tak jauh beda dengan boneka-boneka yang ada di toko.
Kebanyakan, boneka-boneka tersebut jenis barbie. Dan yang membuat cantik adalah baju-baju yang melekat pada boneka.
Jangan salah, ternyata baju-baju boneka cantik ini adalah karya para warga binaan pemasyarakatan (WBP) Lapas Perempuan Denpasar. Kalapas Perempuan Kelas II A Denpasar, Setyo Pratiwi mengungkapkan, pihaknya memang sengaja memberikan kesibukan bagi para WBP di waktu luang mereka. Sekaligus mengusir rasa bosan.
Pelatihan pembuatan baju boneka ini bekerja sama dengan Yayasan Cinderella dari Jakarta. Sebanyak satu regu yang terdiri atas 30 orang perempuan WBP menekuni kreasi pembuatan baju boneka ini. Dengan ukuran mini, sehingga memang membutuhkan kesabaran dan telaten. Akhirnya memang tidak untuk dibisniskan. Namun sebagai bentuk penggalangan dana alias charity kepada pasien kanker.
“Kami juga bekerja sama dengan yayasan Cinderella Indonesia untuk membuat pakaian boneka style Bali,” ungkap Pratiwi saat diwawancarai belum lama ini.
Pihaknya mengungkapkan sudah ada 150 boneka style Bali kreasi dari warga Lapas yang dipasarkan di Amerika Serikat bulan lalu.



