PAPUA — Kelompok kriminal teroris bersenjata (KKTB) di Papua, semakin tersudut. Satgas Nemangkawi merebut sepuluh markas kelompok teroris itu dan menindak 19 anggotanya. Kesepuluh markas tersebar di berbagai titik di Papua.
Kasatgas Humas Operasi Nemangkawi Kombespol M. Iqbal Alqudusy menuturkan, sepuluh markas itu berada di Kalikopi, Yuguru, Alguru, Kalimin, Wuloni, Duagi, Makki, Mayuberi, Gome, dan Muara. ”Semua markas ini telah diduduki TNI dan Polri,” ujarnya kemarin (26/6).
Dalam berbagai pengejaran dan baku tembak, Satgas Nemangkawi juga mampu melumpuhkan 19 anggota KKB. Delapan orang di antaranya meninggal dan sebelas lainnya mengalami luka-luka. ”Bukan hanya anggota KKTB yang melakukan aksi bersenjata,” jelasnya.
Satgas juga berupaya memotong pasokan senjata dan amunisi KKTB. Hal tersebut dilakukan dengan menangkap sebelas orang jaringan pemasok senjata. ”Masih ada empat buron lain yang dicari terkait pasokan senjata ini,” urainya.
Iqbal menambahkan, KKTB juga selama ini memiliki tim propaganda. Lagi-lagi, Satgas Nemangkawi mampu untuk membongkar para aktor propaganda dari KKTB. Tercatat delapan orang yang berhasil ditangkap.
Untuk jumlah korban dari pihak TNI dan Polri, dia mengatakan, selama operasi, terdapat sembilan petugas yang gugur. Tujuh di antaranya anggota TNI dan dua sisanya anggota Polri. ”Tapi, yang disayangkan ada korban warga sipil berjumlah 13 orang. Mereka dibunuh oleh KKTB,” paparnya.
Lalu, terdapat korban luka-luka, yakni 6 orang anggota TNI, 3 orang anggota Polri, dan 8 orang masyarakat. ”Total korban luka mencapai 17 orang,” kata Iqbal.
Terkait kejadian penembakan terhadap kepala suku dan tiga pekerja bangunan di Yahukimo, Papua, dipastikan tidak ada sandera. Wakasatgas Humas Operasi Nemangkawi AKBP Arief Fajar Satria menuturkan, informasi terkait sandera itu masih bersifat dugaan. ”Setelah dipastikan, tidak ada sandera dalam kejadian itu,” paparnya.
Menurut dia, pengejaran masih terus dilakukan untuk memojokkan KKTB. Diharapkan, dalam waktu dekat semua bisa ditangkap. ”Masih berlanjut pengejaran,” terangnya.
Sumber : jawapos






