Kepedulian Agus Susanto tidak diragukan lagi. Dia sudah 100 kali mendonorkan darah. Atas kepedulian itu, tukang sate ojek penthol Muria ini mendapat penghargaan Satya Lencana Kebaktian Sosial dari Presiden RI Joko Widodo (Jokowi).
UMMI NAILA RIZQIYYA, Kudus
USIANYA tak lagi muda. Tapi pria berusia 50 tahun ini terlihat sehat. Hal itu dirasakannya sejak Agus Susanto sejak mendonorkan darah. Berkat kepedulian itu, tukang sate ojek penthol Muria ini mendapat penghargaan Satya Lencana Kebaktian Sosial.
Warga RT 3 RW 2, Desa Dukuh Waringin, Kecamatan Dawe, Kudus ini mengaku, aktif mendonorkan darah sejak di bangku sekolah. Kali pertama donor darah itu saat SMP di Kartasura, Solo. ”Waktu itu saya melihat teman sesama anggota pencak silat di sekolah diambil darahnya. Akhirnya saya tertarik donor darah,” kata pria kelahiran Kudus, 27 Juli 1968 ini.
Setelah itu, lama-kelamaan ketagihan donor darah. Hal itu berlanjut ketika dia pindah tempat tinggal dan menetap di Kudus. Setiap tiga bulan sekali Agus – sapaan akrabnya – rutin mendonorkan darah ke Unit Palang Merah Indonesia (PMI) Kudus.
Berkat kepedulian sosial tersebut, Agus tiga kali mendapat penghargaan Donor Darah Sukarela (DDS) tiga kali. Pertama pada 2003 karena dia telah 50 kali donor dan kedua saat 75 kali donor. Dia mendapat penghargaan dari gubernur Jawa Tengah.





