NASIONAL

Kemarin Bilang Mensos Bodoh, Sekarang Bupati Alor Minta Maaf, Begini Isinya

×

Kemarin Bilang Mensos Bodoh, Sekarang Bupati Alor Minta Maaf, Begini Isinya

Sebarkan artikel ini
Bupati Marahi Staf Kemensos

JAKARTA — Bupati Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT), Amon Djobo akhirnya meminta maaf kepada Menteri Sosial Tri Rismaharini.

Amon sempat menghujat Risma dan mengusir dua anak buahnya karena persoalan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH).

Bank bjb Tandamata

Dalam video yang telah beredar 57 detik itu, Amon meminta maaf kepada Mantan Walikota Surabaya itu.

Isinya:

Ibu Menteri saya minta mohon maaf sikap dan tutur kata saya salah. Itulah kita ini satu di Jakarta, satu di provinsi, satu di kabupaten kadang ada silang pendapat. Tetapi saya juga harus meminta maaf pada tokoh nasional. Saya membanggakan ibu Risma saat jadi Walikota Surabaya dulu. Saat pesawat hilang ada satu warga saya yang meninggal.

Sementara itu, dikutip dari merdeka.com, Risma menegaskan itu bukan bantuan PKH tetapi untuk korban bencana banjir.Agar bantuan cepat sampai ke masyarakat Risma berinisiatif menghubungi Ketua DPRD Alor, Enny Anggrek

Risma juga mengaku sudah berusaha menghubungi pihak pemerintah di NTT, namun terkendala jaringan telepon.

Diberitakan sebelumnya, Bupati Alor Amon Djobo Nusa Tenggara Timur bikin geger sosial media dan pemerintah.

Pasalnya, video dirinya memarahi staf kemensos dan memaki – maki Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini.

Amon Djobo pun lantas menyinggung Mensos Tri Rismaharini. Karena meski pun tak menyebut nama Risma, tapi ucapan Amon Djobo ditujukan kepada sosok mantan Wali Kota Surabaya itu.

“Dia (Mensos) pikir dia terlalu hebat apa? Pimpin Surabaya hanya tanam bunga pohon saja kok, tau apa dia? Apa dia tu?” katanya.

“Kastau deng dia tu! Sebentar kasitau dia bupati marah betul, kau punya laporan kasih Presiden tu,” sambungnya.

Amon Djobo pun mempertanyakan mekanisme penyaluran bantuan yang menurutnya harus disalurkan langsung kepada penerima.

“Coba sekarang bilang. Itu program pusat, betul tidak? Untuk apa? Untuk keluarga harapaan miskin itu?,” tegasnya.(dhe/pojoksatu)