BERITA UTAMA

Tawon Vespa Kembali Bikin Gaduh Warga Kota Sukabumi

×

Tawon Vespa Kembali Bikin Gaduh Warga Kota Sukabumi

Sebarkan artikel ini
EVAKUASI: Sejumlah personel BPBD Kota Sukabumi saat melakukan evakuasi sarang tawon vespa di wilayah kerjanya, belum lama ini. (ist)

SUKABUMI, RADARSUKABUMI.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi, kembali menerima pengaduan sarang tawon yang berada di warung milik waga. Tercatat, selama awal Januari 2021 hingga saat ini, BPBD sudah menangani delapan sarang tawon vespa.

Sedangkan selama tahun 2020 lalu, menangani sebanyak ada 70 kejadian.

Bank bjb Tandamata

“Malam ini (kemarin, red) rencananya akan ada eksekusi sarang tawon vespa juga hasil dari laporan dari masyarakat. Karena khawatir membahayakan warga setempat sehingga petugas nanti bakal langsung ke lokasi sesuai laporan,” ungkap Kalak BPBD Kota Sukabumi, Imran Wardani kepada Radar Sukabumi, Jumat (8/1).

Menurutnya, evakuasi sarang tawon yang terkenal dengan nama tawon ndas ini harus dilakukan pada malam hari, karena jika pada siang hari kawanan tawon tersebut akan melakukan perlawanan dengan mengejar dan menyerang orang yang mengganggunya dengan sengatan yang menyakitkan.

“Ya, proses evakuasi selalu dilakukan pada malam hari, karena kalau siang hari kita rawan untuk kesengat,” ucapnya.

Dalam melakukan evakuasi tawon ndas, petugas dilengkapi dengan mengenakan pakaian anti sengat sekujur tubuh termasuk helm dan sepatu boot dengan peralatan tongkat panjang yang ujungnya diberi sumbu untuk membakar sarang tawon.

“Tentunya kami juga tidak mau gegabah dalam melakukan evakuasi harus mengutamakan keamanan sehingga dilengkapi dengan alat pelindung diri lengkap,” imbuhnya.

Imran mengulas, tawon ndas atau Vespa affinis ini bukanlah tawon madu, melainkan tawon predator yang memiliki kemampuan memasukkan racunnya ke tubuh manusia sehingga bisa menyebabkan hiperalergi dan apabila hiperalergi itu tidak segera ditangani akan berlanjut menjadi anafileksis hingga sistemik atau merusak organ hanya dalam hitungan hari.

“Efek yang paling fatal bisa menyebabkan terjadinya penumpukan cairan di paru-paru yang membuat pasien kesulitan bernapas. Selain itu, efek lain yang paling umum terjadi adalah gagal ginjal akut. Karena bahayanya sengatan tawon ndas ini, kami minta warga agar segera melapor jika di lingkungannya ada sarang tawon ndas. Laporan bisa melalui nomor telpon 0266222155,” tutupnya. (bam/t)