PENDIDIKAN

Tetap Produktif Meneliti di Tengah Pandemi, Mahasiswa UMMI Juara KTI Nasional

×

Tetap Produktif Meneliti di Tengah Pandemi, Mahasiswa UMMI Juara KTI Nasional

Sebarkan artikel ini
BANGGA: Ketua Prodi Pendidikan Biologi UMMI sekaligus dosen pembimbing karya tulis ilmiah nasional, Billyardi Ramdhan (tengah) bersama tiga mahasiswa pemenang lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional Biology Learning Fair Part VIII 2020 yang diselenggarakan Universitas Alauddin Makassar beberapa waktu lalu. Ketiganya adalah Deasyca Yolanda (kiri) Laila Rahmah dan Ai Halimatus Salamah. (dok/ummi)

SUKABUMI – Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) terus mengukir prestasi di kancah nasional. Kali ini prestasi membanggakan tersebut diraih oleh tiga mahasiswa dari Program Studi (Prodi) Pendidikan Biologi UMMI. Mereka berhasil meraih posisi ketiga pada lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional, Biology Learning Fair (BLF) Part VIII 2020 yang diselenggarakan Universitas Alauddin Makassar.

Ketiga mahasiswa tersebut adalah Deasyca Yolanda sebagai ketua tim, dan kedua anggota yaitu Laila Rahmah dan Ai Halimatus Salamah. Mereka didampingi dosen pembimbing, Billyardi Ramdhan.

Bank bjb Tandamata

Ketua tim lomba, Deasyca Yolanda mengaku sempat tidak percaya timnya keluar menjadi juara ketiga pada perlombaan tersebut. Karena seluruh perguruan tinggi negeri maupun swasta di Indonesia juga ikut dalam lomba tersebut.

“Alhamdulillah sangat bersyukur bisa memenangkan lomba, dan mengalahkan peserta lainnya,” ucap Deasyca kepada Radar Sukabumi, Selasa (17/11).

Ada tiga kegiatan yang harus diikuti dalam BLF 2020. Yaitu webinar, essai lomba Karya Tulis Ilmiah (KTI), dan biologi desains (Info grafis,red). Dalam lomba ini, peserta dari UMMI mengusung tema karya tulis dengan judul “Peran Generasi Milenial di Era Teknologi 4.0 dalam Mengungkap Pemanfaatan Potensi Tanaman Obat Masyarakat Sukabumi pada Masa Pandemi”.

“Jadi intinya karya tulis kami ini membahas bagaimana calon etnobotanis muda dapat tetap produktif mengadakan penelitian di masa pandemi,” tuturnya.

Ia pun mengaku sempat mengalami hambatan terutama saat mengumpulkan data penelitian. Namun, semua bisa teratasi karena mendapat bimbingan dari Billyardi Ramdhan yang juga dosen di Pendidikan Biologi UMMI.

Sementara itu, selaku dosen pembimbing lomba, Billyardi pun bangga atas prestasi mahasiswanya itu. Baginya, hal ini membuktikan bahwa universitas swasta yang berada di daerah pun mampu berprestasi di tingkat nasional.

“Sangat bangga mereka belajar dengan rajin dan penuh semangat saat melakukan penelitian,” tuturnya.

Dikatan Billyardi proses pembuatan KTI ini dilakukan sejak September 2020. Tim KTI sangat memperhatikan sistematika penulisan KTI yang telah di berikan oleh panitia perlombaan. Selain itu pengambilan judul pada KTI ini juga merupakan sebuah hal yang sangat diperhatikan.

KTI yang dibuat bertujuan untuk mengetahui peran generasi, manfaat atau potensi pada tanaman obat tersebut, bagian tanaman yang mana yang sering digunakan dalam meracik obat tradisional dan family tumbuhan yang sering digunakan dalam obat tradisional oleh masyarakat Kota dan Kabupaten Sukabumi.

“Kami menggunakan metode teknik wawancara kepada masyarakat lokal dan pemanfaatan teknologi berupa Google Form untuk menghimpun seluruh datanya, dalam proses ini KTI yang dibuat juga mengalami beberapa kali revisi, hingga akhirnya dapat diluncurkan kepada panitia perlombaan,” terangnya.

Menurutnya perlu adanya inovasi, kreativitas, ketekunan dan ketelitian dalam membuat KTI. Proses seleksi dilakukan bertahap, diawali dengan pendaftaran dan pengumpulan KTI. Kemudian KTI tersebut di seleksi hingga di tujuh besar.

“Alhamdulillah kita lolos di babak final diantara perguruan tinggi negeri lain, sehingga dapat bersaing dengan beberapa kampus ternama seperti Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Negeri Malang, Universitas Brawijaya, ITS, UINAM, dan Universitas Lampung. Sehingga Universitas Muhammadiyah Sukabumi berhasil masuk ke-7 besar finalis karya tulis ilmiah dan menjadi satu-satunya finalis yang lolos berasal dari perguruan tinggi swasta,” ulasnya.

Setelah masuk ke tahap tujuh besar, para finalis mempersentasikan hasil karya tulis ilmiahnya secara online dengan menggunakan media aplikasi tatap muka di depan peserta finalis KTI dan para juri. UMMI diurutan pertama dalam mempresentasikan hasil karya tulis ilmiah.

“Alhamdulillah dengan bimbingan dan kepercayaan diri mereka saat presentasi, akhirnya dapat menyelesaikan presentasi dengan baik,” tandasnya.

Biology Learning Fair sendiri merupakan sebuah event tahunan. Di mana setiap tahunnya dilaksanakan sebagai suatu program besar di Divisi Ilmu dan Penalaran HMJ Biologi Universitas Alauddin Makassar. Kegiatan diikuti berbagai perguruan tinggi negeri maupun swasta di Indonesia, dengan tujuan untuk meningkatkan intelektualitas mahasiswa dan masyarakat luas pada umumnya. (wdy)