BERITA UTAMAKOTA SUKABUMI

Diduga Penyusup, Tujuh Orang Pakaian Serba Hitam Diamankan

×

Diduga Penyusup, Tujuh Orang Pakaian Serba Hitam Diamankan

Sebarkan artikel ini
Sejumlah orang yang diduga penyusup saat aksi demo mahasiswa dan buruh untuk menolak Omnibus Law diamankan di Mako Polres Sukabumi Kota, Rabu (7/10).

SUKABUMI – Sekelompok orang tak dikenal menggunakan pakaian serba hitam, membuat kericuhan disela aksi unjuk rasa penolakan Undang-undang Cipta Kerja (UU Ciptaker) yang digelar buruh dan mahasiswa di Gedung DPRD Kota Sukabumi, Rabu (7/10).

Dari pantauan Radar Sukabumi, peristiwa kericuhan itu terjadi sekitar pukul 16.00 WIB, tepatnya di Jalan RE Martadinata Kota Sukabumi. Bermula ketika sekelompok orang yang didominasi menggunakan penutup wajah hingga baju serba hitam ini, mencoba merengsek masuk ke Jalan IR HJ Djuanda Kota Sukabumi yang mengarah ke Gedung DPRD Kota Sukabumi.

Bank bjb Tandamata

Kerusuhan pecah setelah sekelompok orang tersebut mencoba mendobrak blokade jalan yang dilakukan petugas gabungan. Hingga akhirnya terjadi aksi saling dorong dan kejar-kejaran antar sekelompok orang tidak dikenal dengan polisi.

Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Sumarni menjelaskan, dalam pengamanan aksi demo ini Polres Sukabumi Kota menerjunkan sebanyak 410 personel dengan dibantu TNI dan Brimob Cipanas.

“Ada berapa titik yang dilakukan pengamanan yakni, PT Pratama, PT GSI, Lapang Merdeka, DPRD dan Balai Kota Sukabumi,” jelas Sumarni kepada Radar Sukabumi, Rabu (7/10).

Dalam aksi tersebut, lanjut Sumarni, Polisi berhasil mengamankan sebanyak tujuh orang lebih yang diduga menjadi propokator dalam aksi mahasiswa tersebut.

“Karena ada yang mendompleng aksi mahasisa, kami sudah mengamankan tujuh orang dan dibawa ke Mako Polres Sukabumi Kota,” ungkapnya.

Namun hingga saat ini, sambung Sumarni, polisi masih menyelidiki lebih jauh sejumlah orang yang diduga menjadi penyusup dalam aksi mahasiswa tersebut.

“Kami mewanti-wanti kepada mahasiswa jagan sampai aksi mereka diboncengi kelompok yang ingin mengacaukan suasana kondusifitas di Sukabumi. Kami minta agar tidak ada kelompok lain yang menyusup,” pungkasnya. (bam/t)