SUKABUMI, RADARSUKABUMI.com – Pemerintah Kota Sukabumi berencana akan mengembangkan destinasi wisata heritage. Hal itu, setelah adanya penemuan lorong bawah tanah peninggalan jaman belanda dibeberapa wilayah di Kota Sukabumi. Namun rencana besar pemerintah Kota Sukabumi ini belum bisa terealisasikan, soalnya anggarannya masih tercofusing ke penanganan Covid-19.
Informasinya, Lorong bawah tanah yang berada dibawah permukaan Kota Sukabumi ini merupakan satu diantara lima lorong bawah tanah yang tersebar di lima kota di Indonesia yakni, Kota Jakarta, Bandung, Surabaya, Malang, dan Kota Sukabumi. Sehingga tidak semua kota di indonesia mempunyai lorong seperti ini. Desain modelnya, mirip dengan lorong – lorong yang ada di negara Eropa.
“Ya rencana pengembangan wisata heritage lorong bawah tanah ini belum bisa dikembangkan, keadaan tidak memungkinkan,” kata Walikota Sukabumi,Achmad Fahmi kepada Radar Sukabumi.
Rencana ini sudah disampaikan kepada Gubernur Jabar dan pemerintah melalui perencanaan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Sukabumi telah membuat desain. “Pak Gubernur setuju. Tahun ini kita rencanakan penataan – penataan sederhana. Tak tak bisa,” ujarnya.
Lorong saluran air bawah tanah ini terbentang dari kawasan Brawijaya hingga Jalan Arif Rahman Hakim sepanjang sekitar 200 meter. Melintasi tiga kecamatan yakni, Cikole, Warudoyong, dan Gunungpuyuh, dengan ukuran yang berbeda.
Terowongan terpanjang di Kecamatan Warudoyong berada di sekitar Jalan Pelabuan II. Panjang lorong sekitar 43,96 meter, lebar 2,5 meter, dan tinggi 3 meter. “Tetap kita punya komitmen untuk menjadikan lorong bawah tanah ini sebagai destinasi wisata. Rencananya akan dilanjut tahun 2021,” katanya.
Berdasarkan roadmap yang telah dibuat oleh Bappeda, tambah Fahmi, bentuk wisatanya akan berbentuk susur gua. Berdasarkan peta, ada beberapa titik yang bisa dijadikan pintu masuk dan pintu keluar. “Perlu dilakukan beberapa perbaikan karena ada beberapa bagian yang rapuh. Beberapa lorong juga ada yang sudah tidak nyambung karena ada pondasi bangunan. Bappeda sedang merencanakan perbaikannya,” pungkas. (bal/rs)





