BERITA UTAMAKABUPATEN SUKABUMI

Warga Sukabumi di Wamena Ketakutan, Ingin Cepat Pulang

×

Warga Sukabumi di Wamena Ketakutan, Ingin Cepat Pulang

Sebarkan artikel ini
Sejumlah warga Kabupaten Sukabumi yang tengah berada pengungsian akibat kerusuhan di Wamena, Papua.

SUKABUMI, RADARSUKABUMI.com – Sekira lebih dari 200 orang warga Sukabumi berada di Jayapura dan 6 diantaranya berada di Wamena. Ya, di Wamena saat ini sedang terjadi kerusuhan sehingga para warga khususnya pendatang terpaksa mengungsi.

Sebelumnya beredar video pengakuan warga Sukabumi yang berada di Kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua yang mengungsi lantaran konflik horisontal. Mereka pun berharap agar Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kabupaten Sukabumi dapat segera memfasilitasi pemulangan mereka.

Bank bjb Tandamata

“Ya mereka semua mau pulang,” kata Wanda (27), salah satu Panitia Posko Penampungan Warga Jabar yang merupakan warga Kampung Cilele, RT3/02, Desa Ciwaru, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi saat dihubungi Radar Sukabumi.

Dari informasi yang dirangkum pula, video viral tersebut dibuat lantaran lambatnya respons dari Pemprov Jabar dan Pemkab Sukabumi terhadap nasib mereka. Memang secara keseluruhan kondisi warga Sukabumi di posko penampungan baik-baik saja, tapi tidak untuk psikologi mereka.

“Psikologi mereka terganggu. Depresi dan trauma. Pokoknya mau pulang ke kampung halaman saja, mau kerja di Sukabumi,” ujar Wanda.

Para warga pendatang mulai mengevakuasi diri ke posko penampungan sejak Minggu (29/9/2019) lalu. Sejumlah warga pendatang dari daerah lain pun sudah mulai dipulangkan oleh pemda masing-masing.

Hal ini pun yang membuat warga Sukabumi cemburu atas respons cepat pemda lainjnya. Seperti yang terjadi pada warga pendatang dari Sumatera Barat, Sumatera Utara, Sulawesi Utara dan Banten sudah dievakuasi dan dipulangkan ke tempat asalnya masing-masing.

Namun, lanjut Wanda, pada Jumat (4/10) lalu Organisasi Paguyuban Sunda Ngumbara yang menyediakan Posko Penampungan menerima kedatangan dari Dinas Sosial bersama Baznas Jabar untuk melakukan pendataan. Rencanaya, seluruh warga akan dipulangkan pada Selasa (8/10) mendatang.

“Informasi yang kami terima, 64 warga Jabar akan dipulangkan pada Selasa nanti. Sekarang sedang mengurus tiketnya. Rabu nanti, akan tiba di Cangkareng, Jakarta dan langsung di sambut Gubernur Jabar,” paparnya.

Sementara itu, Pelaksana Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial di Dinas Dinsos Jawa Barat, Harry Yudhitama mengatakan, sejauh ini pihaknya masih melakukan assasement dan pendataan warga Jabar yang menjadi korban kerusuhan Wamena.

“Dari data yang kami terima, ada juga warga asal Kabupaten Sukabumi dan beberapa kabupaten lainnya. Kami akan segera berupaya mengurus kepulangannya bersama Baznas
Jabar,” singkatnya.

Dikonfirmasi terpisah, Wakil Bupati Sukabumi, Adjo Sarjono mengaku, Pemkab Sukabumi sudah mengintruksikan Baznas untuk mengurus kepulangan warga asal Kabupaten Sukabumi.

“Kami sudah mengkomunikasikannya denga Baznas. Dan Baznas siap membiayai kepulangan warga Kabupaten Sukabumi. Saat ini, kami masih menunggu petunjuk dari Pemprov Jabar,” ucapnya.

(izo/rs)