PENDIDIKAN

Wujudkan Generasi Cerdas dengan Gema Wijaya

×

Wujudkan Generasi Cerdas dengan Gema Wijaya

Sebarkan artikel ini
PROGRAM: Bunda Literasi Kota Sukabumi, Fitri Hayati Fahmi meresmikan Gema Wijaya di SDN Brawijaya Kota Sukabumi bersama Kadispusipda Kota Sukabumi, Nicke Siti Rahayu, Senin (12/8).

SUKABUMI, RADARSUKABUMI.com  – SD Negeri (SDN) Brawijaya Kota Sukabumi akan dijadikan sekolah percontohan gerakan literasi di sekolah, dan akan ada kelanjutan programnya.Hal itu diungkapkan Bunda Literasi Kota Sukabumi, Fitri Hayati Fahmi saat memberikan sambutan pada launching Gerakan Membaca SDN Brawijaya (Gema Wijaya) di sekolah yang masuk pada Kecamatan Gunungpuyuh tersebut.

Fitri mengungkapkan, jika nanti dijadikan sebagai sekolah percontohan, harus ada program kelanjutan. “Harus ada program kelanjutannya, jangan sampai sudah dilaunching tetapi kemudian tidak dirawat atau diteruskan kembali,” tuturnya.Gema Wijaya diresmikan Fitri pada Senin (12/8). Tujuannya untuk mewujudkan generasi cerdas, melalui gerakan membaca dan menulis. Ke depan, gerakan sekolah ini menurutnya akan melibatkan orang tua murid dan Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (Dispusipda).

Bank bjb Tandamata

“Insya Allah nanti akan ada pertemuan dengan komite sekolah, agar minimal gerakan literasi ini bisa diterapkan di SD negeri tetapi bisa dilanjut hingga ke jenjang SMP,” terangnya.Fitri yang didampingi Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (Kadispusipda) Kota Sukabumi Nicke Siti Rahayu, sangat mengapresiasi adanya inovasi dari sekolah ini. Dengan begitu, sekolah ikut mendukung program Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi, salah satunya gencar melaksanakan kegiatan Gerakan Literasi Sukabumi (Geulis) dan Sukabumi Gemar Membaca (Sugema).

“Alhamdulilah program pertama kunjungan ke SD, dan akan terus dilanjutkan ke sekolah lainnya,”ujar Fitri.
Kepala SDN Brawijaya Kota Sukabumi R Histato D Kobasah mengatakan, guna mendukung program kelanjutan Gema Wijaya pihaknya sudah menyiapkan beberapa fasilitas di sekolah. Seperti menyediakan rak buku, mengadakan one day one book dan mengadakan readathon atau membaca 42 menit sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai.

“Setiap Rabu sebelum memulai pelajaran anak-anak wajib membaca buku cerita selama 42 menit,” ucap pria yang akrab disapa Tato itu kepada Radar Sukabumi.Gema Wijaya tidak hanya diterapkan di sekolah tetapi juga diterapkan di rumah, dan warga yang sekitar sekolah. Rencananya, pihaknya akan menambah fasilitas untuk menunjang minat baca buku terhadap siswa seperti menyediakan sudut baca, pojok baca dan gazebo.”Ada saran juga dari Bunda Literasi bahwa untuk menyediakan tiga fasilitas tersebut dan insya Allah secara bertahap kita akan segera laksanakan,” imbuhnya.

Sementara itu, Kadispusipda Kota Sukabumi, Nicke Siti Rahayu akan mempertahankan status kota literasi yang melekat pada Kota Sukabumi.”Dua program andalan yang mendukung kota literasi adalah Sugema dan Geulis,” ucapnya.Pihaknya juga menambah sarana dan prasarana diantaranya mengoperasikan perpustakaan keliling yang mendatangi ruang-ruang publik, seperti ke sekolah maupun madrasah semua tingkatan baik negeri maupun swasta. “Untuk itu sekolah diminta untuk menjaga dan meningkatkan budaya baca peserta didiknya,” pungkasnya.Di acara launching Gema Wijaya, sekolah menampilkan story telling oleh salah satu siswa dan rencananya Dispusipda akan menyumbang 1000 buku untuk SDN Brawijaya.

 

(wdy)