KABUPATEN SUKABUMI

Kecamatan Gegerbitung Segera Bangun Pipanisasi

×

Kecamatan Gegerbitung Segera Bangun Pipanisasi

Sebarkan artikel ini
RAPAT: Pemerintah Kecamatan Gegerbitung menggelar rapat koordinasi membahas kekeringan di aula Kecamatan Gegerbitung, belum lama ini.

GEGERBITUNG, RADARSUKABUMI.com – Pemerintah Kecamatan Gegerbitung akan membuat pipanisasi untuk menyalurkan air dari sumbernya ke lahan pertanian warga. Pasalnya, saat ini hektaran pesawahan warga mengalami kekeringan akibat musim kemarau.
Camat Gegerbitung, Endang Suherman mengatakan, akibat musim kemarau di wilayah Kecamatan Gegerbitung, sedikitnya empat hektare pesawahan warga yang gagal panen. “Insya Allah dalam waktu dekat ini kami akan membuat pipanisasi sepanjang 3 kilomter untuk mengalirkan air ke Desa Cijurey. Sehingga warga tidak lagi mengalami kesulitan untuk mendapatkan air dan mengairi lahan pertaniannya,” jelas Endang kepada Radar Sukabumi melalui telepon selulernya, kemarin (21/7).
Selain akan membuat pipanisasi, sambung Endang, pemerintah Kecamatan Gegerbitung juga sudah mengusulkan untuk meminta bantuan kepada pemerintah daerah Kabupaten Sukabumi untuk perbaikan saluran irigasi Bahliwong yang dapat mengairi sekitar 200 hektare pesawahan warga. “Kita sudah sampaikan kepada pimpinan mengenai persoalan ini. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini, saluran irigasi Bahliwong dapat segera diperbaiki,” bebernya.
Setiap musim kemarau, ujar Endang, wilayah Kecamatan Gegerbitung sering terjadi kekeringan. Lantaran, wilayah geografis Kecamatan Gegerbitung berada di daerah perbukitan. Untuk itu, pihaknya menjalin kerjasama dengan komunitas pecinta alam untuk melakukan reboisasi. “Kami juga akan mengusulkan melalui forum Musrenbang dan mekanisme prosedur lainnya yang berkaitan dengan menjaga hutan lindung dan penanaman pohon di kawasan sumber mata air,” tandasnya.
Seorang warga Kampung Bongas, Desa/Kecamatan Gegerbitung, Asep Riyadi (45) mengatakan, akibat musim kemarau ini, puluhan hektare area pertanian warga di Desa/Kecamatan Gegerbitung tercancam gagal panen. Lantaran, saluran irigasi Bahliwong yang biasa mengairi pesawahan warga mengering. “Kami bersama mitra air di Kedusunan Bongas sudah berupaya maksimal dengan cara mengaliri lahan pertanian dengan mengggunakan mesin pompa. Namun mesin itu tidak mampu mengairi lahan pesawahan yang luasnya puluhan hektare ini,” katanya.
Kekeringan lahan pesawahan warga di wilayah Kecamatan Gegerbitung, papar Asep, sudah berlangsung sekitar tiga bulan lalu dan berakibat buruk pada pertumbuhan padi yang baru ditanam warga. “Lahan pesawahan banyak yang retak akibat tidak mendapatkan pasokan air. Selain itu, daun padi juga banyak berubah menjadi putih. Sehingga padi tidak berisi,” pungkasnya. (Den/d)